Dalam pernyataannya, senior PMI di Jepang itu membeberkan tujuan dari adanya tindakan tersebut sebagai upaya pengenalan terhadap lingkungan bekerja dalam pelayaran kapal.
"Tujuan kami biar adik-adik kami yang baru datang bisa membiasakan diri untuk makan makanan yang ada di kapal Jepang, karena di kapal biasanya makan seadanya," bebernya.
"Seperti natto, sashimi, telur mentah. Yang kerja di kapal pasti ada yang paham juga," tambah pria tersebut.
Atas aksi perpeloncoan itu, pihak senior PMI di Jepang mengaku telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada para juniornya.
"Tolong dan juga saya meminta maaf yang sebesar-besarnya," ungkap pria tersebut.
"Saya bersama senpai (senior) yang lain sudah minta maaf juga," tandasnya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari KBRI Tokyo terkait kejadian yang sedang ramai dibahas tersebut.
Sebagian kalangan menilai, otoritas berwenang diharapkan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap proses orientasi.
Hal tersebut, agar praktik senioritas tidak menimbulkan tekanan yang berlebihan bagi para pekerja imigran Indonesia di masa mendatang.(*)
Artikel Terkait
MBG Ramai di Media Jepang, Jepang Bandingkan dengan Sistem Kyushoku
Lirik Lagu Sunday Morning, ILLIT, Single Jepang ke-2
Terjemahan Lirik Lagu Sunday Morning, ILLIT, Single Jepang Terbaru
Bikin Jepang dan Iran Ketar-ketir, Ini Perjalanan Timnas Indonesia di Ajang AFC Futsal 2026
Dapat Beasiswa dari Jepang dan Tetap Bangga Punya Paspor RI, Sastia Prama Putri: Jangan Lelah Mencintai Indonesia