Komentar Arie Kriting Lihat Polemik 'Cukup Aku WNI, Anak Jangan' hingga Dugaan Penganiayaan Siswa SMP di Maluku

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 22 Februari 2026 | 17:17 WIB
Komika Arie Kriting sorot fenomena awardee LPDP hingga kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Brimob pada siswa SMP. (Instagram.com/@arie_kriting)
Komika Arie Kriting sorot fenomena awardee LPDP hingga kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Brimob pada siswa SMP. (Instagram.com/@arie_kriting)

"(Tertulis) 'Cukup aku yang WNI, anakku jangan', begitu katanya, membuat saya kesal juga," imbuhnya.

Arie lantas mengingatkan publik agar tidak mudah untuk beralih melupakan tanah kelahiran demi pergi ke negara lain.

"Hanya karena di negara ini banyak masalah, bukan berarti boleh semudah itu berkhianat," terangnya.

"Anakku tidak apa-apa terus menjadi WNI, kudoakan semoa dia bisa membawa bangsa ini kepada masa yang lebih baik dari sekarang," tambah Arie.

Baca Juga: Hadapi Dinamika Kebijakan AS, RI Minta Tarif 0 Persen untuk Kopi hingga Tekstil Tetap Berlaku

Berkaca dari hal itu, Arie lantas menyinggung kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa SMP di Maluku oleh anggota Brimob.

Arie Kriting: Sedih Hatiku

Dalam pernyataan yang sama, Arie menyinggung seorang anak sekolah yang masih berusia 14 tahun, namun kini telah meninggal dunia dalam kasus dugaan penganiayaan di Maluku.

"Seorang pelajar, usianya masih 14 tahun, kepalanya remuk, dipukul, lalu tersungkur di atas tanah Maluku, nyawanya terenggut," paparnya.

"Sedih hatiku," sambung Arie Kriting menggambarkan perasaan hatinya.

Terkait insiden itu, Arie lantas berharap agar kejadian serupa tidak terulang, dan mendoakan agar para prajurit di Tanah Air, senantiasa diberikan kelembutan hati.

"Tuhan, lembutkan hati para ksatria kami, jadikanlah kekuatan dan senjata mereka untuk melindungi anak-anak bangsa ini," tandasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X