Baca Juga: Involved in ASEAN Peace, LVRI Appreciates Kraton MajapahitJakarta's Support for VECONAC ASEAN 2025
"Udara yang lebih panas, mampu menampung lebih banyak uap air," jelasnya.
Akibatnya, hujan berintensitas tinggi semakin sering terjadi dan dinilai dapat meningkatkan risiko longsor dan banjir bandang.
"Bencana di Cisarua, hal yang kami alami ini adalah perubahan iklim," tegas Aisyah.
Dalam pernyataan yang sama, Aisyah menilai para petani setempat bukanlah sebagai sumber dari penyebab longsor di Cisarua, melainkan justru sebagai korban.
"Petani tidak memiliki banyak pilihan. Untuk hidup sejahtera, idealnya seorang petani membutuhkan sekitar 2 hektar lahan," tuturnya.
Aisyah mengatakan, pada kenyataannya, di Desa Pasirlangu, Cisarua, jika luas lahan dibandingkan dengan jumlah penduduk, maka rata-rata kepemilikan tanah hanya sekitar 0,3 hektar.
"Banyak petani tidak memiliki lahan sama sekali," terang Aisyah. *
Artikel Terkait
Kronologi Warga Cisarua yang Terseret Arus Banjir di Puncak Bogor, BPBD: Korban Hanyut Berasal dari Desa Citeko
Longsor Cisarua Bandung Barat: Kronologi dari Cerita Warga hingga Janji KDM Beri Rp10 Juta per KK
23 Marinir Jadi Korban Longsor di Cisarua Bandung Barat, 4 Jenazah Sudah Ditemukan
Penampakan Aliran Material Longsor di Cisarua Bandung Barat, Tinggalkan Jejak Panjang hingga Lereng Perbukitan Terbelah