Penambahan personel tersebut juga mempertimbangkan kondisi fisik jika pembersihan lumpur dilakukan saat waktu puasa.
Tak hanya membersihkan area pemukiman warga, Tito juga meminta penenangan dilanjutkan dengan membersihkan wilayah sungai yang sudah penuh dengan endapan pascabanjir.
Umat muslim sendiri menurut jadwal dari Muhammadiyah akan memasuki bulan puasa Ramadan pada 18 Februari 2026 mendatang, sehingga diharapkan rentang waktu tersisa bisa maksimal untuk pembersihan lumpur.***
Artikel Terkait
Kondisi Desa Pante Kera di Wilayah Pedalaman Aceh Timur, Akses Bantuan Pakai Kapal Nelayan dan Listrik Masih Andalkan Genset
Perjuangan Nakes ke Desa Terisolir di Kecamatan Linge Aceh Tengah, Jalan Kaki Seberangi Sungai Berarus Deras
Pendakwah Salim A Fillah Pamit dari Wilayah Bencana Aceh Usai Bangun Jembatan untuk Akses 7 Desa hingga Sekolah Darurat
Demi Jual Durian ke Takengon Aceh Tengah, Warga Kecamatan Linge Rela Jalan Kaki Lewati Sungai dan Tebing Sejauh 2 Km
Viral Seorang Ayah Menangis Sambil Gendong Anak, Datangi Posko Kesehatan Dusun Lhok Pungki Aceh untuk Minta Obat