Andalkan Tali Sling, Sejumlah Desa di Kecamatan Ketol Aceh Tengah Masih Terisolir Pascabanjir Bandang dan Longsor

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Senin, 5 Januari 2026 | 19:07 WIB
Warga Ketol di Aceh Tengah masih terisolir, andalkan tali sling untuk menyambung hidup akibat banjir bandang dan tanah longsor. (Instagram.com/@explore_gayo)
Warga Ketol di Aceh Tengah masih terisolir, andalkan tali sling untuk menyambung hidup akibat banjir bandang dan tanah longsor. (Instagram.com/@explore_gayo)

Tali sling tersebut menjadi urat nadi beberapa desa di Kecamatan Ketol yang masih terisolasi, di antaranya Desa Kekuyang, Burlah, Bintang Pepara, dan Buge Ara.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, sempat menyatakan bahwa telah menyampaikan permasalahan akses tersebut kepada Presiden dan Menteri ketika rapat bersama.

Baca Juga: Gubernur Aceh Mualem soal Pemulihan Pascabencana Sumatera: Butuh Dukungan Kuat dan Berkelanjutan dari Pemerintah Pusat

Update Persiapan Pembangunan Huntara untuk Warga Kecamatan Ketol

Banjir bandang dan tanah longsor tak hanya merusak akses jalan warga, tetapi juga rumah yang sehari-hari menjadi tempat tinggalnya.

Sebulan tinggal di pengungsian, pemerintah setempat segera membangun hunian sementara (huntara).

Menurut data dari Pemkab Aceh Tengah, ada 128 Kepala Keluarga (KK) yang masih tinggal di pengungsian.

Pembangunan huntara di Kecamatan Ketol akan tersebar di tiga lokasi, yang masing-masing diperuntukkan bagi warga Desa Serempah, Desa Burlah, dan Desa Bintang Pepara.

Hunian sementara tersebut dibangun dalam bentuk blok, di mana satu blok terdiri dari lima unit hunian.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X