Pemerintah Kerahkan 4 Pesawat dan Bantuan Besar Tanggapi Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 28 November 2025 | 13:50 WIB
Pemerintah pusat kerahkan empat pesawat untuk mengirimkan bantuan ke tiga daerah di Sumatera yang mengalami banjir dan longsor. (Tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden)
Pemerintah pusat kerahkan empat pesawat untuk mengirimkan bantuan ke tiga daerah di Sumatera yang mengalami banjir dan longsor. (Tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden)

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyampaikan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah mulai diterbangkan untuk mengalihkan potensi hujan deras dari kawasan daratan.

Baca Juga: Viral Penumpang KRL Kehilangan Tumbler, Ini Kata Bos KAI

"Kita juga melakukan operasi modifikasi cuaca, sudah mulai bisa diterbangkan untuk mengurangi curah hujan di daratan sehingga nanti curah hujan kita bawa ke lautan," kata Pratikno di Lanud Halim Perdanakusuma.

Pratikno menambahkan bahwa pemerintah tetap bersiaga penuh mengingat adanya aktivitas siklon tropis di kawasan sekitar.

"Kemudian kita juga mengantisipasi karena ada siklon Koko, tapi tempatnya di utara. Kita masih waspada, kita harapkan dia tidak akan masuk ke wilayah daratan," jelasnya.

Koordinasi Lintas Lembaga Diperkuat

Upaya tanggap bencana kali ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk TNI, BNPB, Basarnas, Kementerian Sosial, dan pemerintah daerah.

Presiden disebut memberikan mandat agar seluruh jajaran bergerak tanpa menunggu instruksi lanjutan, mengingat kondisi di sejumlah wilayah terdampak masih berubah cepat dan berpotensi menimbulkan dampak lebih besar.

Baca Juga: Analis Intelijen: Apel Kasatwil 2025 Wujud Kesungguhan dan Kesiapan Polri Mengawal Langkah Reformasi Polri

Dengan dukungan logistik tambahan, penguatan komunikasi darurat, serta operasi modifikasi cuaca yang berjalan paralel, pemerintah berharap fase tanggap darurat dapat berlangsung lebih efektif.

Akses jalan yang terputus, pemadaman listrik, serta sulitnya penyaluran logistik ke sejumlah titik terus menjadi perhatian utama tim gabungan di lapangan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X