Tito menekankan industrialisasi pertanian akan memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan devisa melalui ekspor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif yang mengangkat kesejahteraan petani.
Ia mengatakan strategi hilirisasi pertanian sebagaimana visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada pangan sebagai prioritas utama pembangunan dengan dukungan anggaran besar mencapai Rp371 triliun.
Baca Juga: Presiden Prabowo Disambut Diaspora di Paviliun Indonesia Osaka Expo 2025
Oleh karena itu, Tito mengingatkan kepala daerah untuk tidak hanya fokus pada produksi mentah, melainkan ikut mendorong lahirnya industri pengolahan pangan agar Indonesia mampu bersaing di pasar global.
"Nah, kalau dikatakan kita bisa keluar dari middle income trap harus punya negara yang industri dalam arti seperti otomotif dan lain-lain. Saya disagree (tidak setuju) kalau melihat kasusnya New Zealand. New Zealand tidak melakukan itu. Dia melakukan industri pertanian dan perkebunan, peternakan," kata Mendagri. ***
Artikel Terkait
Mendagri Tito Karnavian Ungkap Asal Pasokan Senjata KKB Papua: Sebagian Besar Senjata-senjata Itu...
Kenaikan Opsen Pajak Kendaran Juga Ancam Industri Otomotif, Tak Hanya Masyarakat Umum
Laba Asuransi Jiwa Tembus Rp5,3 Triliun di Kuartal 1 2025, IFG Dorong Transformasi Industri Nasional
Ekonomi RI Tumbuh 5,12 Persen di Q2 2025, Industri CPO-Farmasi Jadi Sektor Pendorong Laju Tren Positif
Mendagri dan Delegasi Syiah Suriah Bahas Cara-cara Peningkatan Keamanan dan Stabilitas