Tito Karnavian Tegaskan Industrialisasi Pertanian Kunci RI Keluar dari Middle Income Trap

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Senin, 22 September 2025 | 15:57 WIB
Mendagri, Tito Karnavian Memberikan Sambutan (Kementrian Pertanian)
Mendagri, Tito Karnavian Memberikan Sambutan (Kementrian Pertanian)

SENAYANPOST - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan industrialisasi pertanian menjadi strategi utama meningkatkan nilai tambah, memperkuat daya saing, serta mendorong Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap.

Jalan keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah bukan hanya melalui industri manufaktur, tetapi juga industrialisasi pertanian dan perkebunan dengan menambah nilai tambah produk pangan, katanya, menegaskan.

"Tapi melakukan industrialisasi di bidang pertanian dan perkebunan dan turunannya itu juga merupakan industri untuk keluar dari middle income trap," kata Mendagri dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan yang digelar Kementerian Pertanian di Jakarta, Senin (22/9/25).

Baca Juga: Jaringan Narkoba Tembakau Sintetis Senilai Rp21 Miliar Dibekuk Polisi

Ia mencontohkan Selandia Baru (New Zealand) sebagai negara sukses membangun kesejahteraan melalui basis pertanian dan peternakan, meskipun tanpa memiliki industri manufaktur besar seperti otomotif, elektronik atau teknologi tinggi lainnya.

Selandia Baru, lanjutnya, mampu memajukan perekonomian dengan bertumpu pada sektor pertanian dan peternakan, tanpa bergantung pada industrialisasi besar seperti negara lain. 

Menurut Tito, Selandia Baru memiliki kekayaan alam melimpah berupa emas, tembaga, dan batu bara yang belum banyak dieksploitasi, sehingga menjadi cadangan strategis ketika sumber daya negara lain mulai menipis.

Baca Juga: Diaspora New York Antusias Berebut Foto dan Tanda Tangan Prabowo

"Jumlah penduduk di sana (Selandia Baru) 5 juta. Waktu saya sekolah di sana tahun 1998, itu penduduknya 3 juta. Jumlah sheep-nya, dombanya 70 juta. Jumlah sapinya puluhan juta. Jumlah rusanya, puluhan juta," ujar dia.

Tito mengatakan industrialisasi pertanian berarti mengolah hasil pangan, perkebunan, maupun peternakan menjadi produk hilir bernilai tinggi, sebagaimana Korea Selatan mengembangkan ginseng melalui berbagai inovasi produk kesehatan berkualitas ekspor.

Menurut dia, Indonesia memiliki kekayaan tanaman obat, rempah, serta hasil pertanian yang jauh lebih beragam dibandingkan banyak negara lain, sehingga peluang hilirisasi terbuka lebar dengan pengemasan dan pemasaran profesional.

Baca Juga: Paviliun Indonesia di Expo 2025 Dikagumi Warga Jepang

"Kita ini produk-produk untuk tanaman-tanaman obat Indonesia super kaya. Tinggal kita saja yang belum mengembangkan dengan baik menurut saya," ujar Tito.

Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan yang digelar Kementerian Pertanian di Jakarta
Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Hilirisasi Komoditas Prioritas Perkebunan yang digelar Kementerian Pertanian di Jakarta (Kementrian Pertanian)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Sumber: Kementrian pertanian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X