SENAYANPOST - Analis intelijen dan hubungan internasional, Rizal Darma Putra, menyoroti perkembangan signifikan dalam teknologi roket Iran hingga proyeksi konflik ke depannya.
Menurutnya, pembangunan kekuatan roket Iran telah berlangsung lama dan tidak terlepas dari dukungan negara-negara lain di sekitarnya.
"Ini sudah lama dari pemerintah Iran untuk membangun kekuatan roketnya, dan tentunya dia tidak bekerja sendiri. Ada dukungan dari negara lain," jelas Rizal, dikutip SenayanPost.com pada 29 Juni 2025 dari YouTube Akbar Faizal Uncensored.
Ia menambahkan, pengembangan ini mencakup riset berkelanjutan agar roket mampu mencapai kecepatan hingga Mach 15, sekaligus memiliki kemampuan senyap atau stealth yang semakin canggih.
Namun, Rizal menegaskan masih ada satu aspek yang menjadi misteri, yakni soal daya ledak roket tersebut.
"Teknologi roket umumnya mencakup tiga hal: jarak jangkau, kecepatan, dan presisi circular error. Circular error-nya sudah sampai hanya 5 kilometer saja paling jauh melesetnya. Tapi daya ledak, ini yang masih menjadi tanda tanya, apakah mengarah ke micro nuclear," jelasnya.
Rizal juga mengutip laporan intelijen Amerika Serikat yang menyebut Iran masih mampu mengoperasikan hingga 60 persen fasilitas pengayaan uraniumnya di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Ini menimbulkan kekhawatiran jika teknologi roket Iran nantinya dikombinasikan dengan kemampuan nuklir.
Sementara itu, pengamat politik Akbar Faizal mengungkapkan hasil komunikasinya dengan Duta Besar Indonesia untuk Iran.
Menurutnya, jika pecah perang terbuka antara Israel dan Iran, Israel hanya mampu bertahan sekitar 29 hari sebelum Iran berpotensi langsung berhadapan dengan Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: AM Hendropriyono: Negara Arab Gelisah dengan Iran Gegara Ini, Persatuan Militer Jadi Taruhan Besar
Rizal menambahkan, kebijakan luar negeri AS terkait konflik Timur Tengah juga tidak konsisten.
"Saya melihat kebijakan luar negeri AS sejak era Trump tidak konsisten, terlalu banyak executive order, dari perang dagang, perang tarif, hingga kini mendukung perang Israel melawan Iran," ungkapnya.
Artikel Terkait
AS Surati Dewan Keamanan PBB usai Sempat Menyerang Tiga Fasilitas Nuklir Iran
Usai 12 Hari Perang dengan Israel, Menlu Iran Abbas Araghchi Tegaskan soal Ini
AM Hendropriyono: Iran Percaya Diri, Hamas Makin Kuat, Tapi Jalan Damai Palestina Tetap Lewat Politik
AM Hendropriyono: Negara Arab Gelisah dengan Iran Gegara Ini, Persatuan Militer Jadi Taruhan Besar
AM Hendropriyono's Views on the Israeli-Iranian War and the Condition of Palestine, Iran is a Strong and Disciplined Nation