"Padahal itu kan diluruskan oleh PPAU, saya baca PPAD Angkatan Darat kemudian dari Angkatan Laut tanggal 28," terangnya.
"Padahal pernyataan itu kalau Prof Rhenald baca lagi itu bulan Februari, diputar lagi 17 April," imbuhnya.
Menurutnya, isu yang sedang hangat diperbincangkan tersebut adalah hoaks karena tidak sesuai dengan konteks dan waktu.
"Kalau suatu peristiwa diputar kembali dan tidak sesuai dengan konteks dan waktu, namanya hoaks," ujarnya.
"Ini sebelum bulan puasa, keasliannya sudah tidak relevan lagi, kenapa? Karena saya dipanggil ke sini untuk menyampaikan persepsi saya sebagai orang yang pernah bekerja di intelijen. Saya lihatnya dari intelijen," terangnya.
Lebih lanjut, AM Hendropriyono melihat fenomena ini tidak biasa.
"Kalau dari intelijen prof, perbedaan ini sesuatu hal yang tidak biasa, berarti ada yang main," katanya.
Ia pun bertanya-tanya mengapa isu ini tidak langsung santer ketika dirilis ke publik.
"Kenapa tidak waktu itu rame, waktu itu muncul pernyataan tidak ada yang ribut. Ributnya kenapa dua bulan kemudian? Berarti harus diselidiki, ada yang main," pungkas AM Hendropriyono.***
Artikel Terkait
Wapres Gibran Kunjungi Pengungsian Warga Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Wapres Gibran Ingatkan Momen Puncak Bonus Demografi Indonesia, Sebut Sebagai Peluang Menentukan Masa Depan Bangsa
Sudah Ditonton 5 Juta Moviegoers, Gibran Sebut Film Jumbo Sebagai Era Baru Industri Animasi Indonesia
Wiranto Bongkar Respon Presiden Prabowo Soal Tuntutan Purnawirawan TNI yang Minta Gibran Turun
Wapres Gibran Umumkan AI Bakal Jadi Kurikulum Baru di Sekolah, Pembelajaran Siap Dimulai di Tahun Ajaran Baru