Bila hukum dirusak, semua gaya di semesta seperti gravitasi dan daya tarik proton elektron akan rusak. Dampaknya, seperti kata Sayyidina Ali, alam pun akan runtuh.
Baca Juga: Nonton Black Out Episode 12 Sub Indo, Tayang Malam Ini di MBC dan Vidio
Nabi Muhammad menyatakan, malu adalah bagian dari iman. Di Indonesia, kata Luthfi, rasa malu itu sudah hilang.
Di Jepang, jika orang korupsi atau melanggar hukum, rasa malunya demikian besar, hingga melakukan harakiri atau sempuku ( bunuh diri).
Secara syariat Islam harakiri dan sempuku haram, tapi itulah cermin besarnya tanggungjawab manusia Jepang terhadap tegaknya kebenaran dan keadilan.
Kini Jepang tercatat sebagai negeri paling bersih, jujur, dan pajabatnya punya integritas yang tinggi dalam membela keadilan.
Baca Juga: Usai Mobil Curhat, RIDO Janjikan Dokter Keliling Jika Terpilih di Pilkada Jakarta 2024
Pria yang pernah "berguru" pada legenda hukum almarhum Dr. Adnan Buyung Nasution, SH, ini mengaku sewaktu tinggal di Inggris dan Tokyo sering menangani kasus yang menimpa WNI.
Belum lama ini, ada ratusan WNI yang tertipu agen tenaga kerja di Jepang! Dan JILO dan DePA-RI diminta KBRI di Jepang untuk menangani kasus hukum tersebut.
Kepada advokat muda yang tergabung di DePA-RI LY mengingatkan, agar selalu berpikir benar, berkata benar, dan bertindak benar.
Jangan main-main dengan hukum. Hukum adalah fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Jika hukum rusak, semuanya akan rusak. Semesta pun rusak. Karena itu Tuhan sangat murka terhadap perusak hukum.***
Artikel Terkait
Opini: Gratifikasi dalam Perspektif Fikih Islam
Opini: Denny dan Merpati
Opini: Wilson dan Pers Rakyat
Ratusan Advokat Siap Dukung Andika -Hendi dan Antisipasi Kecurangan di Pilkada Jawa Tengah
Opini: Talang Plastik di Rumah Pak AR
Opini: Hubungan Malaysia dengan Teluk Guantanamo