Menko Hadi Tjahjanto mendatangi BSSN setelah Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 diserang ransomware oleh hacker.
Namun, baru-baru ini para hacker ingin mengembalikan data tersebut kepada pemerintah dan tidak meminta imbalan seperti sebelumnya.
Insiden ini menunjukkan bahwa keamanan siber Indonesia sangat rentan dan perlu perbaikan dari semua pihak.
Baca Juga: 8 Langkah Mitigasi Serangan Ransomware
Hadi dalam kunjungannya ke BSSN tersebut mengingatkan kepada semua pihak bahwa bidang Informasi dan Teknologi (IT) harus dikuasai.
"Saya mengingatkan kepada seluruh pihak, kita bangsa yang besar, bangsa yang memiliki sumber daya manusia yang hebat dan cerdas, terlebih di bidang IT harus kita kuasai," kata Hadi Tjahjanto pada 2 Juli 2024, dikutip SenayanPost.com dari Antara.
Lebih lanjut, Hadi juga mewanti-wanti CSIRT atau Computer Security Incident Response Team.
"CSIRT ini jangan berperan hanya sebagai ikon semata bahwa di sini ada CSIRT tetapi tidak jalan," harapnya.
Baca Juga: Buntut Serangan Ransomware PDNS 2, Jokowi Panggil BPKP untuk Audit
Ia berharap BSSN dan CSIRT ini bekerja maksimal untuk memulihkan data yang saat ini diretas oleh para hacker.
"Harus terus melaksanakan fungsi dengan baik, terus melaksanakan monitor, terus respon, dan siap untuk menangani permasalahan siber," lanjutnya.
Sebelumnya, Menko Hadi juga menekankan komitmen BSSN untuk mengatasi peretasan data-data milik pemerintah.
"BSSN juga akan terus meningkatkan keamanan siber dengan cara menyambungkan ke komando kendali BSSN yang ada di Ragunan," kata Hadi pada 1 Juli lalu.
Baca Juga: Layanan Perbankan BSI Diduga Terkena Ransomware, Pakar IT Sarankan Hal Ini untuk Pencegahan
Hadi juga menyoroti penggunaan password yang terdeteksi hingga akhirnya PDNS 2 mudah diretas oleh para hacker.
Artikel Terkait
Layanan Perbankan BSI Diduga Terkena Ransomware, Pakar IT Sarankan Hal Ini untuk Pencegahan
Opini: Polri dan Firli
Menkominfo Akui Pegawainya Jadi Pemain Judi Online
Buntut Serangan Ransomware PDNS 2, Jokowi Panggil BPKP untuk Audit
8 Langkah Mitigasi Serangan Ransomware