Sementara itu, Polres Metro Jakarta Timur telah memeriksa manajemen TMII terkait penyelenggaraan acara tersebut.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly.
"Dari panitia penyelenggara sudah dimintai keterangan. TMII juga sudah memberikan keterangan, namun saat ini masih dalam penyelidikan," kata Nicolas pada 23 Februari 2024.
Ia menjelaskan bahwa panitia acara tersebut telah meminta izin keramaian kepada Polsek Cipayung terkait peringatan Isra Miraj di TMII.
"Mereka hanya menggunakan nama kegiatan 'Metamorfoshow: It's Time to be One Ummah'. Intinya tidak ada simbol-simbol organisasi terlarang," lanjut Nicolas.
Nicolas menerangkan bahwa izin yang diajukan panitia adalah penyelenggaraan Isra Miraj.
"Jadi, dalam surat izinnya ke Polsek Cipayung bukan kegiatan politik atau apa. Hanya peringatan Isra Miraj," lanjutnya.
Polisi menyelidiki lebih lanjut kegiatan yang menghadirkan 1.200 anak muda pada 17 Februari lalu itu.
"Mungkin ada hal-hal yang perlu kita dalami. Kita tanyakan kepada mereka, maksud digelarnya acara itu. Apalagi itu mengumpulkan 1.200 generasi muda. Mereka lapor ke kita bahwa kegiatan Isra Miraj," ungkapnya.
Baca Juga: BRIN Teliti Fenomena Angin Tornado di Bandung, Setidaknya Lima Lokasi Terdampak
Bila kegiatan Isra Miraj tersebut bertolak belakang dengan maksud dan tujuan, maka polisi akan menyelidiki lebih lanjut.
"Tapi bila dalam kenyataannya bertolak belakang dengan maksud dan tujuan itu, itu yang perlu kita perdalam," jelasnya.***
Artikel Terkait
Opini: Tuhan Jokowi
BRIN Teliti Fenomena Angin Tornado di Bandung, Setidaknya Lima Lokasi Terdampak
Indonesia Suarakan Konflik Gaza di Pertemuan G20, Menlu Retno Marsudi: Ini Bukan Hanya Bencana Kemanusiaan
Link Streaming Dengar Pendapat ICJ soal Pendudukan Ilegal Israel di Palestina Sore Ini, Ada Namibia hingga Indonesia
4 Poin Penting Pernyataan Indonesia di ICJ, Menlu Retno: Palestina Berhak Tentukan Nasibnya Sendiri