Menurut Indonesia, gencatan senjata permanen akan menjadi game changer dalam konflik berdarah ini.
"Ini akan menjadi game changer paling fundamental untuk menghentikan pertumpahan darah dan krisis kemanusiaan, serta untuk menciptakan situasi kondusif menuju negosiasi solusi dua negara," ucapnya.
Tidak hanya itu, Indonesia juga menekankan untuk tidak melakukan standar ganda terhadap isu ini, terutama Palestina.
"Saya tekankan bahwa perlakuan kita terhadap Palestina tidak boleh berbeda dengan perlakuan kita terhadap situasi-situasi yang lain," katanya.
Indonesia juga mendesak agar negara-negara G20 tidak berdiam diri saja melihat kekejaman Israel terhadap rakyat Palestina.
Baca Juga: Presiden Brazil Blak-blakan Bandingkan Genosida Israel di Palestina dengan Holocaust Nazi
"Saya meminta negara-negara G20 tidak tinggal diam menyaksikan Israel menghancurkan rumah sakit, sekolah, dan kamp pengungsi," ujarnya.
Sudah saatnya perang berhenti di tengah ancaman siber dan AI.
"Saat ini, banyak sekali ketegangan dan konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia. Kita juga harus akui teknologi seperti senjata siber, drone, dan AI juga menjadi ancaman baru bagi keamanan global," tandas Menlu Retno Marsudi.***
Artikel Terkait
Hari ke-133 Perang di Palestina, Abu Ubaidah Sebut Operasi Badai Al Aqsa Ungkap Aib dan Kekalahan Israel
Arab Saudi Tegaskan Kemerdekaan Palestina Pondasi Stabilitas Timur Tengah
Presiden Brazil Blak-blakan Bandingkan Genosida Israel di Palestina dengan Holocaust Nazi
ICJ Gelar Dengar Pendapat soal Pendudukan Israel di Palestina, Indonesia Kebagian Tanggal Segini
Link Live Streaming dan Jam Tayang Dengar Pendapat ICJ, Indonesia Bakal Angkat Bicara soal Pendudukan Ilegal Israel di Palestina