Baca Juga: Opini: Yogyakarta dan Sri Sultan dalam Memperjuangkan NKRI
Kompeni atau kongsi Republik Tai Kong bangsa Cina di Indonesia tersebut, sangat cepat maju di bidang ekonomi perdagangan dan menantang Belanda sejak 20 Januari 1823, sampai dengan kekalahannya setelah perang Monterado usai pada tahun 1855.
Belanda berhasil menghasut bangsa pribumi Indonesia sehingga membenci bangsa Cina, yang terbukti dari terjadinya beberapa kali bentrokan rasial dalam sejarah Indonesia.
Bangsa Cina yang bermigrasi ke Indonesia sejak abad ke 5, pada abad ke 19 semakin banyak yang berasimiasi dengan bangsa pribumi, dan merubah namanya atau menambah nama dengan alias ke nama asli Indonesia, sebagaimana yang kini banyak kita saksikan seperti Rudi Hartono, Budi Suraatmadja, Leo Tahir, bahkan nama marga Indonesia seperti Manantu Sitorus, Edi Mantiri, Velix Raweyai dan lain lain.
Dengan perlakuan istimewa yang superior dari kolonialis Belanda selama berabad-abad kepada bangsa-bangsa Eropa, dan Timur-Asing serta inferior kepada bangsa pribumi Indonesia, maka rasa rendah diri bangsa Indonesia menjadi demikian berkepanjangan sehingga tidak lagi memiliki rasa kemampuan diri, untuk dapat menduduki posisi yang terdepan di dalam memimpin masyarakat bangsanya sendiri.
Baca Juga: Link Nonton Spy X Family Season 2 Episode 9 Sub Indo: Yor Hadapi Bahaya Baru!
Suatu keadaan yang sangat ironis dibandingkan dengan sejarah peradaban yang cemerlang dari bangsa Indonesia, sebelum bangsa-bangsa Barat dan Timur asing bermigrasi ke Nusantara pada abad ke 16.
Pangeran Harya Hikmadiraja Nurwakhyani Surya Kesuma, Kesultanan Islam Banjarmasin Kalimantan Selatan.
Pendiri Taman Arum Udumbara Mini Majapahit, Jakarta.
Artikel Terkait
Dibangun Menggunakan Teknologi Terkini, Jalan Tol Layang MBZ Hasil Karya Anak Bangsa
Persija Jakarta akan Lawan Klub dari Italia, Jerman dan Belanda untuk Persiapan Liga Musim Depan
Rafael Alun Trisambodo Resmi Jadi Tahanan KPK, Ayah David: Itu Keluarga atau Tim Belanda?
Enggak Kapok Babak Belur di Jerman, Marc Marquez Siap Balapan di MotoGP Belanda
Rencana Dimas Triaji Setelah Pensiun Mengharumkan Nama Bangsa Indonesia Lewat Atlet Badminton Mini
Kagum Melihat Miniatur Kerajaan Majapahit di Taman Arum Udumbara