Oleh: Syaefudin Simon, Kolumnis
SENAYANPOST - Fakta bahwa Israel telah berhasil membantu pertanian modern di Padang pasir seperti Arab Saudi, Kuwait, Abu Dhabi dll sehinga negara2 Timteng sekarang bisa mengekspor pangan, sayuran dan buah2an tak bisa dipungkiri.
Bahkan negara-negara kering di Afrika kini pertaniannya dibantu Israel. Israel adalah negeri paling inovatif dan modern dalam teknologi pertanian. Tanah gurun yang jutaan hektar di Timteng, berkat teknologi Israel, kini bisa jadi lahan pertanian yang subur.
Entah apa bantuan Hamas untuk memakmurkan dunia, selain membakar sentimen agama, yang pasti Hamas itu perpanjangan tangan dari Ikhwanul Muslimin Mesir.
Di Indonesia menjelma jadi PKS dan beberapa ormas Islam lainnya. Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab sudah menjauh dari Hamas. Mengikuti Uni Eropa dan AS bahwa Hamas adalah organisasi teroris.
Baca Juga: Hamas Vs Israel, Ismail Haniyeh dan Netanyahu Menang Banyak
Oh ya, perang yang sekarang ini berkobar, yang memulai Hamas. Sabtu dini hari 7 Oktober, secara tiba-tiba Hamas membombardir Israel dgn ribuan bom. Alasannya klasik, Israel telah membunuh sekian ribu orang Palestina sebelum ini.
Jangan lupa, Hamas juga pernah perang dgn PLO -- organisasi pejuang Palestina yang lebih tua dan hendak mendirikan negara Palestina yang damai, berdampingan dengan Israel. Dan PLO pun diusir dari Gaza oleh Hamas. Kini Fatah atau PLO menmpati Tepi Barat. Dalam perang Oktober 2023, Tepi Barat aman-aman saja.
Catat, perang ini adalah antara faksi ekstrim dan teror Hamas dan Israel. Bukan perang antara Palestina faksi PLO (Fatah) pimpinan Mahmud Abas yang diakui PBB melawan Israel.
Bayangan almarhum Yaser Arafat, pemimpin Palestina legendaris, Palestina dan Israel nantinya hidup berdampingan seperti ikatan ekonomi Benelux (Belanda, Belgia, Luxemburg). Saling menguntungkan. Toh selama ini, ratusan ribu warga Palestina bekerja di Israel dan menghidupi ekonomi Palestina.
Baca Juga: Hamas Ancam Lakukan Hal Ini Jika Israel Serang Warga Sipil Palestina di Gaza
Cita-cita Arafat kandas karena ideologi utopi Hamas yang ingin menghapus Israel dari muka bumi. Hamas menganggap Israel perampas tanah orang Palestina. Padahal secara historis, persoalannya cukup rumit. Tak bisa dikatakan seperti itu.
Kita harus melihat sejarah tidak dari masa lalu. Kalau Indonesia punya perspektif seperti itu, ya Singapura dan Malaysia, bahkan Filipina dan Thailand harus masuk Indonesia Raya seperti wilayah Majapahit dan Sriwijaya. Jika cita-cita utopis itu dilaksanakan, perang pasti meleda, gak ada henti seperti kasus Hamas versus Israel tadi.
So what? Hidup ini harus realistis. Israel adalah fakta geopolitik. Palestina juga sama, kenapa sih tidak kerjasama aja membangun perdamaian di wilayah "negeri para nabi" yang banjir darah dan penuh tumpukan orang mati itu?
Artikel Terkait
Jelang Indonesia vs Palestina di FIFA Match Day, Erick Thohir: Saatnya Raih Hasil Maksimal
Arab Saudi Tunjuk Duta Besar untuk Palestina
Israel Protes Keras Arab Saudi Tunjuk Duta Besar untuk Palestina
Hamas Ancam Lakukan Hal Ini Jika Israel Serang Warga Sipil Palestina di Gaza
Israel Klaim Amankan Perbatasan Gaza, Ratusan Warga Jadi Tawanan Hamas
Sempat Beda Pendapat, Perang Israel dan Hamas Bikin Hubungan Benjamin Netanyahu dan Joe Biden Membaik?
Hamas Vs Israel, Ismail Haniyeh dan Netanyahu Menang Banyak