Opini: Tipuan Maut PKI di Cemethuk, 62 Pemuda Anshor Dikubur dalam Sumur (Kesaksian Maedori)

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Jumat, 6 Oktober 2023 | 20:11 WIB
KH. Dr. Amidhan Shaberah
KH. Dr. Amidhan Shaberah

Baca Juga: Kesaksian AM Hendropriyono Sebelum Tragedi G30S PKI, Sempat Sambangi Rumah Letjen Ahmad Yani

Melihat suasana itu, Maedori langsung kabur dari rumah Supardi. Ia selamat sampai kampung halamannya, di desa sebelah.Dari kesaksian Maedori inilah kelicikan Supardi dan geng PKI-nya terungkap.

Supardi sebetulnya hanya pura-pura menolong warga Nahdhiyin yang truknya tertimpa pohon (yang telah dipersiapkan orang-orang PKI). Pardi, yang sebenarnya tokoh PKI, memang berniat membunuh para pemuda Anshor di rumahnya.

Caranya membubuhi racun di makanan dan minuman yang disajikan untuk mereka. Entah berapa orang tewas di rumah Pardi. Maedori tak menceritakannya.

Kembali pada warga NU di truk-truk yang tertimpa pohon roboh. Banyak yang pingsan dan luka berat. Mereka yang pingsan, langsung dimasukkan sumur maut yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Baca Juga: Peristiwa G30S PKI: Kilas Balik Kontroversial dalam Sejarah Indonesia

Rupanya orang-orang PKI sudah menggali tiga sumur untuk kuburan warga Nahdhiyin itu. Belakangan diketahui, ada satu sumur berisi 40 mayat. Dua sumur lainnya, masing-masing berisi 11 mayat. Total 62 orang dikubur di tiga sumur itu.

Robert Cribb dalam bukunya "The Indonesian Killings" menulis: penipuan licik dan penyerangan di Cemethuk direncanakan dengan matang oleh tokoh-tokoh PKI setempat yang berpengalaman dan terlatih. Master mind-nya -- tulis Cribb -- adalah tentara bernama Bulus yang sudah terprovokasi PKI.

Sedangkan algojonya para garong, preman, dan begundal yang direkrut PKI dari daerah sekitar Cemethuk. Mereka adalah Mangun Kuat, Mangun Lekat, Ngadimin, Teket Meleng, Joyo Dukun, Kasimin, Lurah Senopo, dan Bambang Benjo. Termasuk Supardi yang dipersiapkan untuk berpura-pura jadi orang baik tadi.

Mengerikan! Saya tulis tragedi Cemethuk, karena akhir-akhir ini, ada semacam pemutar-balikan sejarah. Generasi Y dan Z, yang tak pernah merasakan mencekamnya peristiwa G 30 S PKI, kini menganggap tragedi tersebut sebagai "sandiwara" belaka. Mereka menulis di laman sosial medianya -- PKI tidak bersalah. Yang salah Soeharto dan Angkatan Darat!

Baca Juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Siapkan Tim Hukum, Febri Diansyah: Mulai Hari Ini dan Tahap Penyidikan

Masya Allah. Pemutar-balikan sejarah yang membahayakan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X