Opini: Tipuan Maut PKI di Cemethuk, 62 Pemuda Anshor Dikubur dalam Sumur (Kesaksian Maedori)

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Jumat, 6 Oktober 2023 | 20:11 WIB
KH. Dr. Amidhan Shaberah
KH. Dr. Amidhan Shaberah

Oleh KH. Dr. Amidhan Shaberah
Komisioner Komnas HAM (2002-2007)

SENAYANPOST - PKI licik, penipu maut. Akibat penipuan maut itu, 62 pemuda Anshor tewas. Mayatnya dicemplungkan di sumur. Peristiwa maut tersebut terjadi di Desa Cemethuk, Kecamatan Celuring, Kabupaten Banyuwangi, Oktober 1965.

Ceritanya begini. Sebagai aksi dukungan terhadap peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G 30 S), aktivis PKI desa Cemethuk menyelenggarakan rapat Akbar, awal Oktober 1965. Mengetahui PKI rapat akbar, Gerakan Pemuda Anshor (GP Anshor) Cemethuk membuat aksi tandingan.

Umat Islam berdatangan ke Cemethuk -- sebuah desa yang terkenal sebagai pusat pengkaderan PKI Banyuwangi -- untuk show of force terhadap PKI.

Mereka datang dari Muncar, Plosorejo, Purwoharjo, Benculuk, Sraten dan desa2 lain. Massa pemuda NU nglurug ke Cemethuk dengan memakai 10 buah truk.

Baca Juga: Ada Intelijen Inggris yang Terlibat dalam G30S PKI? Hendropriyono: Mereka Sampai Hari ini Tidak Mau Ngaku

Sampai di Cemethuk, orang-orang GP Anshor kaget. Soalnya, bsnyak pemuda setempat meneriakkan kata Allahu Akbar, Allahu Akbar berulang-ulang. Bendera GP Anshor pun berkibar di Cemethuk.

Mendengar dan melihat kenyataan itu, ratusan pemuda Anshor bersuka ria. Mereka merasa rapat akbar PKI itu tidak ada. Gantinya rakyar setempat menyambut kedatangan pemuda Anshor.

Saat pemuda Anshor bersuka ria, tetiba, bruugg! Pohon-pohon besar sepanjang jalan di Cemethuk roboh menimpa truk. Orang-orang GP Anshor yang naik truk pun tertimpa pohon. Banyak yang pingsan dan luka-luka. Truk-truk itu pun terjebak pohon. Gak bisa bergerak.

Pemuda-pemuda Anshor pun berlarian. Mereka diserang orang-orang PKI yang sembunyi di pinggir jalan yang lebat pohon besar itu. Mereka menggunakan golok, tombak, dan bambu runcing, menyerang orang-orang NU tak bersenjata.

Baca Juga: Fakta baru: PKI ternyata bagian Operasi CIA dan Inggris di Indonesia

Massa NU kocar-kacir. Mereka tidak mempersiapkan senjata. Mereka tidak mengira akan diserang secara brutal oleh orang-orang PKI Cemethuk. Banyak yang pingsan karena tertimpa pohon dan mendapat serangan aktivis PKI setempat.

Dalam kondisi bingung dan ketakutan, para pemuda Anshor lari kocar-kacir menghindari serangan. En ndilalah ada orang baik, tokoh desa Cemethuk. Namanya Supardi. Pardi mempersilahkan orang-orang NU yang berlarian itu, masuk ke rumahnya.

Pardi terlihat ramah. Orang-orang NU yang datang dan minta perlindungan di rumahnya, diterima dengan baik. Mereka dijamu makanan dan minuman. Senanglah hati para pemuda Anshor itu.

Tapi apa yang terjadi kemudian? Ternyata makanan dan minuman di rumah Supardi itu telah diberi racun. Para pemuda Anshor yang sudah menyantap suguhan tadi, langsung klojotan. Tubuhnya kejang-kejang karena racun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X