khazanah

Sebuah Puisi Esai untuk Widji Thukul: Orang Baik Tidak Pilih Penculik

Sabtu, 26 Agustus 2023 | 22:58 WIB
Berikut ini puisi esai tentang Widji Tukul, seorang penyair dan aktivis yang dinyatakan hilang hingga kini. (Gramedia.com)

SENAYAN POST - Berikut ini puisi esai yang dibuat oleh Syaefudin Simon untuk mengenang penyair Widji Thukul.

Widji Thukul

Hanya satu kata: Lawan!
Habis lawan, kau ilang ditelan lautan.

Thukul apa kabar? Pulanglah kalau kau masih hidup.
Lihat orang yang menghilangkan nyawamu.
Sedikit pun tidak merasa bersalah.
Ia telah menjadi pahlawan.
Dielu-elukan sebagai negarawan.
Digadang-gadang sebagai pemimpin masa depan.

Baca Juga: Hasil Survei: 3 Lembaga Sepakat Ganjar Pranowo Unggul dalam Elektabilitas, Anies Baswedan Posisi Ketiga

Thukul, jika kau hidup sebagai manusia kayangan.
Aku tanya, apakah yang membeo penculikmu manusia atau hewan?

Aku tahu, dulu kau sembunyi di rumah Arief Budiman.
Lalu kau lari masuk hutan.
Persembunyianmu ditemukan.
Kau pun didor, jasadmu dilempar ke lautan.

Aku sedih Thukul.
Pengorbananmu sekarang dilecahkan.
Pembunuhmu sekarang jadi idaman.
Negeri ini rusak tidak karuan.
Penduduknya tidak tau aturan.
Semua mata duitan.
Demi uang dan jabatan.
Setan pun kini menjadi tuan.***

Tags

Terkini

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB