Bagaimana kita mungkin mengupayakan agar strategi yang besar ini mampu dipraktekkan ketika mempelajari tafsir Al Quran. Lebih-lebih lagi, kita sedang menghadapi tantangan besar di zaman ini, disamping juga peluang yang besar.
Di antara tantangan yang besar adalah masuknya orang-orang yang tidak memiliki kapasitas dan tidak menguasai alat-alat yang dibutuhkan untuk tafsir, atau mereka yang memiliki kelengkapan alat untuk melakukan tafsir, tetapi paradigma berpikirnya melenceng dengan sebab berafiliasi dengan kelompok menyimpang dalam Islam.
Syaikh Dr. Usamah Sayyid Al-Azhari memberi contoh seperti Imam Zamakhsyari dengan tafsirnya yang bernama Al-Kasyaf. Imam Zamakhsyari memiliki kapasitas keilmuan yang sangat tinggi, beliau merupakan ulama yang sangat otoritatif dalam bidang balaghah (sastra Arab). Beliau merupakan imam dalam bidang bahasa. Beliau memiliki ilmu yang luas sekali. Beliau sosok yang memiliki banyak penemuan dalam ilmu pengetahuan, akan tetapi beliau berafiliasi kepada kelompok Mu'tazilah. Maka Al-Zamakhsyari menjadikan tafsir dan ilmunya yang seharusnya menampakkan Al Quran sebagai hidayah bagi semesta, tetapi malah digunakan sebagai semangat untuk menyokong pemikiran Mu'tazilah.
Tafsir ini mengandung unsur sastra yang tidak ada bandingan pada keindahannya dalam penafsiran Al Quran, akan tetapi secara senyap dan sembunyi, Al-Zamakhsyari menyisipkan dalam celah tafsirnya yang sarat dengan nilai sastra, hal-hal yang menyokong pemahaman Mu'tazilah yang ia condong padanya. Maka ini menjadi tantangan yang besar.
Oleh karena itu, para Ulama melakukan beberapa amalan ilmiah. Dalam hal ini, muncul Ibn al-Munayyar al-Sakandari, yang menulis suatu kitab yang mengkritisi kitab al-Kasysyaf, menjelaskan kesalahannya, dan juga menambah beberapa pembahasan-pembahasan baru yang penting. Hal ini menunjukkan bahwa Imam Ibn al-Munayyar telah memasuki medan pertempuran ilmiah, sehingga beliau menghadapi tantangan yang ada di masanya dalam ilmu tafsir. Ibn al-Munayyar menamakan kitabnya dengan nama Al-Intishaf min al-Kasysyaf (Jalan Tengah dari Kitab al-Kasysyaf), yaitu mencabut timbangan yang adil dari tafsir Al-Kasysyaf.
Selain itu, banyak kitab lainnya yang berusaha mendiskusikan dan mengkritisi kitab al-Kasysyaf karangan Al-Zamakhsyari. Ini merupakan contoh kontribusi para Ulama umat menghadapi tantangan dalam bidang tafsir Al Quran. Masih banyak contoh lain yang tidak mungkin dijelaskan dalam kesempatan yang singkat.