khazanah

Menteri Luar Negeri; The President’s Man

Kamis, 25 Desember 2025 | 12:20 WIB

 

 

Mush’ab Muqoddas, Lc

Pimred Senayan Post

Tim Penyusun Buku Islam ala Prabowo

 

 

Guru Besar Filsafat Intelijen Abdullah Mahmud Hendropriyono mengungkapkan bahwa dinas-dinas intelijen dari negara-negara adikuasa tidak hanya bekerja untuk kepentingan masing-masing negara, akan tetapi juga kepentingan korporasi-korporasi besar dengan kepentingan-kepentingan yang saling menopang.

Salah satu contohnya adalah kudeta atas Muhammad Moshadeq di Iran yang menasionalsiasi sejumlah perusahaan di antaranya British Petroleum yang mengganggu kepentingan para konglomerat di Eropa Barat, dan pada saat yang bersamaan memperkuat monarki rezim Shah di Iran. Kudeta demi kudeta yang didukung oleh intelijen asing di berbagai negara khususnya Amerika Latin terus terjadi, di antaranya adalah Haiti hanya karena tidak ingin memerangi Kuba.

Strategi dukungan untuk junta militer berubah. Pada tahun 2011 dukungan atas kelompok oposisi hingga milisi bersenjata sebagai proxy mewarnai sejarah umat manusia modern, yang masih kita saksikan. Bahkan dengan narasi-narasi keagamaan yang radikal dan disalah-pahami telah berhasil menarik foreign terrorist fighters dari berbagai negara termasuk Indonesia. Sampai saat ini seluruh negara dibingungkan cara memulangkan mereka dari Suriah dan Irak, negeri yang mereka khayalkan di Akhir Zaman.

Tekanan politik atas rezim-rezim di Timur Tengah ini mendorong Mesir setelah menumbangkan rezim Ikhwanul Muslimin untuk mendiversifikasi hubungan luar negerinya, agar tidak hanya bergantung kepada Amerika Serikat. Rusia didekati, begitu juga China. Sejumlah proyek besar Presiden Abdul Fattah Al Sisi mendapatkan dukungan dari Rusia dan China, di antaranya adalah New Canal Suez dan New Capital City di dekat distrik Badr bagian timur provinsi Cairo.

Upaya Mesir ini kemudian ditiru oleh sejumlah Negara Arab yang merasa terancam dengan narasi demokratisasi dan penegakan HAM, hingga narasi-narasi penegakan Khilafah. Arab Saudi, UEA, Oman, Bahrain dan bahkan Qatar mulai memperkuat hubungan dan kerjasama dengan Rusia dan China. Tidak hanya militer, akan tetapi juga ekonomi. China kemudian memperkuat proyek mercusuarnya yaitu One Belt One Road menghubungkan seluruh kawasan di dunia untuk mempermudah dan mempermurah konektifitas perdagangan antar negara.

Padahal, seperti yang kita ketahui, Amerika Serikat merupakan sekutu kuat negara-negara Arab yang mempertahankan rezimnya. Arab Spring yang didukung oleh Amerika Serikat mengubah hubungan baik yang telah terjalin, bahkan dimulai sebelum Perang Dunia II selesai.

Ulama Al Azhar Syaikh Abdul Wahab Khalaf menegaskan bahwa pasca Perang Dunia II dan dibentuknya Perserikatan Bangsa Bangsa, hubungan antar negara adalah saling bergantung dan mencari manfaat untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan negara masing-masing, sehingga harus berjalan dengan harmonis dan saling menghormati agar tidak terjadi benturan. Berbeda dengan masa lalu yang menguasai untuk memperkuat peradaban bangsa yang menguasai suatu wilayah lain di luar wilayahnya dengan menghancurkan peradaban bangsa yang dikuasainya.

Sikap dan langkah Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya yang semakin tidak dapat dipercaya, mendorong banyak negara membentuk aliansi-aliansi baru, seperti BRICS yang merupakan aliansi ekonomi yang berusaha tidak bergantung dengan negara-negara Barat, sehingga tidak sedikit negara-negara yang dianggap musuh oleh Amerika Serikat masuk sebagai anggota BRICS seperti Iran. Ternyata, sejumlah Negara Arab juga bergabung dengan BRICS seperti Arab Saudi, Mesir dan Uni Emirates Arab. Bahkan Indonesia juga bergabung sebagai anggota BRICS.

Halaman:

Tags

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB