khazanah

'Pernah ke Suriah' Bukan Ijazah Geopolitik: Membedah Bias Influencer di Media Sosial

Sabtu, 15 November 2025 | 16:03 WIB
Ilustrasi, menilik fenomena media sosial di Indonesia di mana influencer yang pernah ke Suriah dianggap sebagai otoritas geopolitik Timur Tengah. (Unsplash.com/Mahmoud Sulaiman)

Yang benar adalah: "Beginilah potongan Suriah yang saya lihat".

Dan itu tidak bisa dijadikan fondasi geopolitik.

5. Banyak influencer bukan analis politik, tapi diberi panggung seperti diplomat senior

Sebagian influencer itu sebenarnya: relawan medis, kurir bantuan, dokumenter singkat, atau konten kreator kemanusiaan.

Itu pekerjaan yang mulia. Tapi itu tidak otomatis berarti: mengerti politik Ankara-Moskow, paham transisi PBB, tahu hubungan Iran-Suriah-Hizbullah, bisa membaca manuver milisi, mengerti struktur HTS, atau mampu menjelaskan fase pasca-Assad.

Kadang mereka punya cerita, tapi tidak punya kerangka analitis.

Publik sering lupa membedakan keduanya.

Baca Juga: Alasan Ahmad Al Sharaa Diundang AS, Jeffrey Sachs: Ini Hasil Operasi CIA 14 Tahun Gulingkan Pemerintah Suriah

6. 'Aura lapangan' membuat publik menghentikan kritik

Begitu influencer berkata: "Saya melihat Suriah dengan mata kepala sendiri."

Komentar langsung padam. Argumen langsung tunduk. Publik merasa tidak punya hak mengkritik.

Padahal analisis geopolitik bukan soal siapa yang pernah ke mana, tapi siapa yang mengerti peta besar sejarah dan kepentingan.

Seorang diplomat yang belum pernah ke Suriah lebih paham kondisi Suriah daripada influencer yang pernah promosi sembako di Idlib.

7. Yang paling fatal, status "pernah ke Suriah" sering berubah menjadi tameng anti-kritik

Ketika ada orang yang bertanya: "Benarkah HTS berubah ideologi? Benarkah faksi A diterima warga? Benarkan Jolani visinya untuk negara?"

Halaman:

Tags

Terkini

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB

Krapyak

Selasa, 21 April 2026 | 22:32 WIB

Muslihat AS Menyerang Iran

Selasa, 14 April 2026 | 17:11 WIB