Masa depan ekonomi Indonesia akan ditentukan oleh kesediaan elite dan rakyat untuk memelihara roh konstitusi ekonomi sebagaimana ditegaskan oleh Kaelan dan Jimly Asshiddiqie:
"Bahwa keadilan sosial bukan hanya tujuan pembangunan, melainkan jiwa dari konstitusi kita."
Daftar Referensi:
1. Sukarno. (1964). Deklarasi Ekonomi (Dekon). Jakarta: Sekretariat Negara RI.
2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (naskah asli).
3. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 2002 (hasil amandemen ke-4).
4. Prabowo Subianto. (2025). Pidato Kenegaraan dan Arah Ekonomi Berdaulat 2025. Jakarta: Setneg.
5. Mubyarto. (1981). Ekonomi Pancasila. BPFE UGM.
6. Sumitro Djojohadikusumo. (1960). Masalah Ekonomi dan Politik di Indonesia. Jakarta: UI Press.
7. Kaelan, M.S. (2015). Konstitusi Ekonomi dan Konstitusi Keadilan Sosial. Yogyakarta: Paradigma Press.
8. Asshiddiqie, Jimly. (2010). Konstitusi Ekonomi. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.
9. Asshiddiqie, Jimly. (2014). Konstitusi Keadilan Sosial. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.
10. Kwik Kian Gie. (2003). Mencari Bentuk Ekonomi Indonesia. Jakarta: Gramedia.
11. Rhenald Kasali. (2018). Recode Your Change DNA. Jakarta: Mizan.
12. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti. (2016). Orasi Kebangsaan tentang Ekonomi Indonesia di Era Globalisasi. FEUI.
13. Boediono. (2020). Ekonomi dan Etika Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.