khazanah

Polemik Masjid dan Politik: Suara Jernih dari Mimbar?

Rabu, 19 Maret 2025 | 12:30 WIB

Kebebasan Berpendapat dalam Demokrasi

Dalam sistem demokrasi modern, kebebasan berbicara adalah hak fundamental. Menurut laporan Freedom House 2021, kebebasan berpendapat merupakan pilar utama demokrasi yang sehat. Negara-negara dengan tingkat kebebasan berekspresi yang lebih tinggi cenderung memiliki stabilitas politik yang lebih baik.

Jika demokrasi modern memberikan ruang diskusi di parlemen dan media publik, maka masjid dapat menjadi parlemen spiritual di mana umat dapat membahas politik dengan nilai-nilai Islam. Sebagaimana parlemen berfungsi untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, masjid dapat menjadi forum yang memperjuangkan keadilan dan kebaikan bersama.

Dalam konteks Islam, masjid Nabawi pada masa Nabi Muhammad SAW dan Khulafaur Rasyidin sering digunakan untuk diskusi dan pengambilan keputusan politik. Bahkan, baiat para khalifah setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW dilakukan di masjid. Hal ini menunjukkan bahwa politik dan agama adalah dua hal yang saling terkait dalam Islam.

Pentingnya Literasi Keagamaan dan Politik yang Sehat

Literasi politik yang sehat dalam Islam sangat diperlukan agar umat tidak mudah terprovokasi oleh berita palsu dan propaganda. Dengan memahami agama dan politik secara mendalam, individu dapat mengambil sikap bijak dalam menghadapi isu-isu sosial dan pemerintahan tanpa terjebak dalam ekstremisme atau fanatisme.

Masjid sebagai pusat pendidikan Islam memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman yang benar tentang politik Islami. Ulama besar seperti Ibnu Khaldun dalam kitabnya Muqaddimah (1377 M) menjelaskan bahwa pemerintahan yang baik harus didasarkan pada ilmu dan keadilan. Oleh karena itu, ceramah politik dalam masjid dapat menjadi sarana edukasi politik yang berbasis nilai-nilai Islam.

Berdasarkan data sejarah Islam, contoh konkret dari tokoh Islam terdahulu, serta analogi terhadap sistem pemerintahan modern, jelas menunjukkan bahwa ceramah politik dalam masjid bukan hanya dibolehkan, tetapi juga bagian integral dari tradisi Islam. Masjid harus tetap menjadi tempat edukasi dan dakwah yang mendidik umat dalam berpolitik secara sehat dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, daripada melarang ceramah politik secara total, lebih baik membangun sistem literasi politik Islam yang moderat dan berlandaskan nilai-nilai keadilan dan kemaslahatan umat.

*Presidium Formaci dan Kader Muda Nahdlatul Ulama (NU)

 

Halaman:

Tags

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB