Prof Dr Ali Jum’ah
Mantan Grand Mufti Republik Arab Mesir
Anggota Badan Ulama Senior Al Azhar Mesir
Guru Besar Ilmu Ushul Fikih Universitas Al Azhar Mesir
Apa yang disebutkan dalam 2 (dua) tulisan sebelumnya menunjukkan bahwa tasawuf yang benar, tarekat sufi yang benar, dan guru yang berkomitmen pada syariah dan sunnah, sangat banyak. Hal ini karena karena beragamnya metode bimbingan dan pembinaan, serta pendekatan yang berbeda-beda yang diberikan. Namun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu Allah SWT.
Kita tidak boleh gagal untuk menunjukkan bahwa narasi-narasi negatif terkait tasawuf tidak berlaku bagi sebagian besar dari mereka yang mengaku mengamalkan tasawuf, atau yang memutarbalikkan citra tasawuf.
Narasi-narasi negatif tersebut seperti pengamal tasawuf tidak mengamalkan ibadah dan ajaran agama, atau bahkan tidak bertakwa kepada Allah SWR. Termasuk narasi negatif atas para darwish yang menari-nari di perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan melakukan tindakan-tindakan seperti orang-orang lupa diri atau jadzab, bukanlah bagian dari tasawuf atau tarekat sufi dalam bentuk apapun.
Tasawuf yang diajarkan kepada kita tidak ada hubungannya dengan apa yang dianggap orang sebagai aspek negatif yang buruk.