khazanah

Kisah Historis Islam, Bersikap Adil Kepada Imam Al-Suyuthi

Rabu, 19 Juni 2024 | 22:58 WIB
Imam al-Suyuthi

Pasalnya, selain tafsir al-Jalalain Imam al-Suyuthi juga menulis karya tafsir berjudul al-Durrul Mantsūr fi Tafsīri bi al-Ma'tsūr.

Selain itu, posisi Imam al-Suyūthi di dalam Tafsir al-Jalālain, adalah sebagai co-writer (penulis pendamping).

Baca Juga: Tiga Pilar Fikih Haji

Karena sebelumnya, karya tafsir itu diawali oleh guru beliau, al-Imam Jalaluddin Abu Bakr al-Mahally.

Imam al-Suyūthi hanya melanjutkan karya setengah jadi yang ditinggalkan gurunya.

Tidak akuratnya pandangan Imam al-Suyūthi dari aspek sains, yaitu ketika mengatakan bumi itu datar, tidak serta merta mendegradasi status keulamaan beliau.

Kita mengakui bahwa karya seorang manusia tidak luput dari kekurangan.

Baca Juga: Nasehat Ketua Umum PP Muhammadiyah untuk Timnas ; Kalah, Masih Ada Asa

Tidak ada karya manusia yang sempurna, di dalam posisi ini, kita merujuk kepada ucapan Imam Malik bin Anas rahimullah:

كلٌّ يُؤْخَذُ وَ يُتْرَكُ اِلَّا صَاحِبَ هَذَا الْقَبْرِ

Semua pendapat bisa diterima dan bisa ditolak kecuali pendapat penghuni kubur ini (sambil menunjuk makam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam).

Baca Juga: Nasehat Ketua Umum PP Muhammadiyah untuk Timnas ; Kalah, Masih Ada Asa

Karena itu di kalangan ulama berkembang tradisi kritik yang menegaskan bahwa tidak ada pendapat yang paripurna.

Demikian kiranya kondisi yang bisa kita baca dari pemikiran Imam al-Suyūthi.

Lalu, bagaimana dengan tafsir Jalalain?

Halaman:

Tags

Terkini

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB

Krapyak

Selasa, 21 April 2026 | 22:32 WIB

Muslihat AS Menyerang Iran

Selasa, 14 April 2026 | 17:11 WIB