khazanah

Tiga Pilar Fikih Haji

Sabtu, 4 Mei 2024 | 07:58 WIB
Renungan Idul Adha 1444 Hijriyah, Ada Hati dalam Berhaji dan Berkurban./Ilustrasi wukuf di Arofahh

Lansia dan disabel jika dipaksakan untuk ibadah haji sebagaimana manusia normal, menurut Imam Jalaluddin al-Suyuthi, akan merusak ibadah haji itu sendiri lantaran sudah pasti tidak memiliki kesanggupan untuk menjalankannya dengan sempurna dan malahan boleh jadi mengancam kesehatan fisik dan nyawanya. Sebab menyelamatkan jiwa harus diutamakan daripada yang lainnya.

Dalam melaksanakan thawaf dan sai, lansia dan disabel bisa menggunakan fasilitas kursi roda dorong atau mobil listrik yang sudah tersedua di Masjidil Haram lantai atas. Ada fasilitas safari wukuf yang disediakan PPIH Arab Saudi.

PPIH Arab Saudi 2024 akan totalitas melayani jemaah haji Indonesia wa-bil khusus untuk jemaah lansia dan disabel dengan jargon “ramah lansia”. Jika lempar batu atau ramyu al-jumrah dikhawatirkan mengancam kesehatan atau nyawa lantaran berdesakan, maka bisa dan absah diwakili oleh orang lain yang disebut badal.

 

Fiqhu al-Wathaniyah (Fikih Kebangsaan)

Jemaah haji Indonesia berada di Arab Saudi bersifat sementara, hanya pada musim haji. Mereka akan kembali lagi ke tanah air tercinta Indonesia. Karena itu, selain beribadah haji dan umrah, jemaah haji Indonesia dapat memetik pelajaran cinta tanah air yang dipraktikkan oleh Nabi Ibrahim As dan Nabi Muhammad SAW.

Mereka akan semakin bermakna manakala kembali ke tanah air dengan membawa haji mabrur, peningkatan spiritual, dan sekaligus memanen nilai-nilai luhur khususnya cinta tanah air dari para tokoh kunci dalam ibadah haji.

Nabi Ibrahim saking cintanya kepada Mekah dengan memanjatkan doa, “Wahai Tuhanku jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman dan berilah rezeki berupa tumbuh-tumbuhan kepada penduduknya yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kiamat” (Qs. Al-Baqarah: 126; Qs. Ibrahim: 35).

Begitu juga Nabi Muhammad SAW betapa cintanya kepada tanah kelahirannya, Mekah, dengan berkata, “betapa aku mencintaimu. Seandainya kaumku tidak mengeluarkanku darimu, niscaya aku tidak akan bertempat tinggal selain dirimu” (diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi).

Karena itu, setelah berhasil di Madinah, Nabi Muhammad SAW bersama sahabat berhasil membebaskan Makah, seraya mengatakan bahwa, “hari ini adalah hari kasihsayang (yaumu al-marhamah), bukan hari balas dendam (yaum al-malhamah)”.

Mekah adalah tanah kelahiran Rasulullah. Sedangkan Madinah adalah tanah di mana jasad Rasulullah dikubur. Keduanya adalah tanah air yang dicintai oleh Rasulullah.

Halaman:

Tags

Terkini

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB

Krapyak

Selasa, 21 April 2026 | 22:32 WIB

Muslihat AS Menyerang Iran

Selasa, 14 April 2026 | 17:11 WIB