khazanah

Opini: Kang Said di Mata Fachry Ali

Rabu, 28 Februari 2024 | 15:33 WIB
Prof. Dr. Wardah Nuroniyah, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah

Meski demikian, dalam kehidupan sehari-hari – sebagaimana Gus Dur – Kang Said tidak pernah menunjukkan dirinya atau mengaku-aku sebagai habib. Kang Said hidup sederhana, bersahaja, merakyat, dan seakan "menyembunyikan" identitas luhur yang diagung-agungkan warga Nahdliyyin tersebut.

Baca Juga: Terjemahan Lirik Lagu Kalah dari Happy Asmara feat Hasan Toys, Dijamin Bikin Baper Wanita yang Patah Hati

Dalam diskursus ini, bukan persoalan kehabiban itu yang hendak ditunjukkan Fachry Ali saat membedah buku “Kiai Pesantren Membangun Peradaban, 70 Tahun Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, MA” Kamis 22 Februari 2024 di Universitas Negeri Jakarta.

Akan tetapi, Fachry Ali hendak menunjukkan, bahwa Kang Said jauh lebih dikenal sebagai sosok kiai yang luas ilmunya dan sederhana hidupnya, seperti lazimnya kaum santri di kalangan Nahdliyyin.

Namun Kang Said punya kelebihan, menguasai sastra dan seni suara serta ilmu keislaman, baik yang paling klasik maupun paling modern.

Uniknya, di masa mudanya, Kang Said dikenal sebagai penyanyi yang populer di wilayah Cirebon dan punya kepiawaian membuat syair atau puisi yang bernas dan indah.

Baca Juga: Lirik Lagu Water, Ten NCT yang Full Bahasa Inggris, Gampang Dihafal?


Semua keistimewaan Kang Said ini ditunjang pula oleh pendidikan doktornya di perguruan tinggi Islam ternama di Saudi Arabia, Ummul Quro University.

Menurut Bang Fachry, sejarawan cum kolumnis lulusan Monash University, Australia itu, Kang Said istimewa di mata Gus Dur karena konsistensi akademik dan keluasan ilmunya, yang kemudian berkontribusi menambah khazanah keilmuan Islam yang sudah berdiri kokoh di kalangan Nahdhyiyin.

Tapi bukankah banyak kiai NU yang ilmunya luas? Nah, di sinilah istimewanya Kang Said.

Menurut Fachry Ali, posisi Kang Said di kalangan kaum Nahdliyyin cukup distinktif.

Baca Juga: Jelang Ramadhan, Joe Biden Setuju Israel Gencatan Senjata di Gaza

Fachry melihat, hingga hari ini, baru Kang Said yang berhasil menjadi Ketua Umum PBNU dengan gelar akademik lengkap: profesor, doktor, dan master of art.

Semua gelar itu ditempuh melalui pendidikan formal berjenjang di “pondok pesantren, sekolah diniyah, dan perguruan tinggi Islam, baik tingkat nasional maupun internasional.”

Pencapaian Kang Said ini, dari aspek teknikal-akademik sangat sempurna. Ini berbeda dengan ketua-ketua umum PBNU sebelumnya.

Mereka adalah the great selected persons (orang-orang besar pilihan), yang tak diragukan mempunyai kelebihan-kelebihan ilmu dan hikmah, dibanding rata-rata massa kaum Nahdliyyin yang berjumlah ratusan juta itu.

Halaman:

Tags

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB