khazanah

Opini: Kang Said di Mata Fachry Ali

Rabu, 28 Februari 2024 | 15:33 WIB
Prof. Dr. Wardah Nuroniyah, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah

Oleh: Prof. Dr. Wardah Nuroniyah, S.H.I, M.S.I, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

SENAYANPOST - Kang Said panggilan akrab Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA ketua PBNU 2010-2022, menempati “posisi khusus” di mata Gus Dur.

Ini terjadi karena Gus Dur menganggap Kang Said sebagai "mutiara terpendam" di gua garba NU. Gua garba yang saya maksudkan adalah, Kang Said lahir dari keluarga kyai besar NU yang – pinjam istilah Azyumardi Azra – berada dalam jaringan ulama nusantara.

Dalam catatan genealogi pria kelahiran Cirebon 3 Juli 1953 itu, seperti tertera dalam buku Kiai Pesantren Membangun Peradaban, 70 Tahun Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, MA, karya Sa’dullah Affandy-Salamun Ali Mafaz.

Kang Said adalah putra pasangan Kiai Aqil dan Nyai Afifah Harun, sedangkan Kiai Aqil adalah putra Kiai Siroj yang masih keturunan Kiai Muhammad Said dari Gedongan, Cirebon.

Baca Juga: Prediksi Spoiler One Piece 1109: Pertama Kali, Laksamana Kizaru Alami Pergolakan Batin di Pulau Egghead!

Kiai Muhammad Said Gedongan adalah ulama yang menyebarkan Islam, dengan mengajar para santri dan pendiri pondok pesantren Gedongan.

Ponpes Gedongan di desa Ender, kecamatan Pangenan, kabupaten Cirebon didirikan Kiai Muhammad Said tahun 1800-an. Ponpes Gedongan merupakan pesantren tertua di Cirebon.

Dalam manuskrip C. Snouck Hurgronje bertahun 1889 tercatat dua embah buyut Kang Said. Yaitu Kiai Muhammad Said dari Gedongan dari jalur ayah dan Kiai Hasan Sukunsari, Plered dari jalur ibu.

Di samping sebagai ulama mumpuni, Kiai Muhammad Said Gedongan juga terkenal sebagai pejuang tangguh yang melawan penjajah Belanda.

Baca Juga: Lirik Lagu Wirang, Guyon Waton, Siap Ambyar Bareng?

Bila dirunut lebih jauh, Kiai Muhammad Said -- embah buyut Kang Said -- ternyata merupakan keturunan Sunan Gunung Djati atau Maulana Syarif Hidayatullah, salah seorang anggota Wali Songo yang legendaris itu.

Syarif Hidayatullah (1448-1568) yang lahir di Mesir itu, dianggap masih keturunan Rasulullah.

Dengan demikian, dalam diri Kang Said masih mengalir "darah" Rasulullah. Karena itu, doktor Ushuluddin Universitas Ummul Quro, Mekah, yang referensi disertasinya 1000 kitab itu, berhak menyandang gelar habib.

Halaman:

Tags

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB