Saat ini, kufiyah telah diadopsi secara global oleh individu, aktivis dan organisasi untuk mendukung perjuangan Palestina.
2. Ranting Zaitun
Pohon zaitun memiliki akar sejarah dan budaya yang kuat di Palestina, dan cabang-cabangnya telah dikaitkan dengan perdamaian dan kemakmuran selama berabad-abad.
Baca Juga: Jadwal Tayang Anime One Piece Episode 1085, Lengkap dengan Prediksi!
Pohon-pohon yang kuat dapat mengatasi kekeringan, suhu di bawah nol, cuaca dingin, dan bahkan kebakaran.
Mereka melambangkan ketahanan Palestina melawan pendudukan Israel dan hubungan mereka dengan tanah air.
Budidaya zaitun memainkan peran penting dalam perekonomian Palestina melalui produksi minyak zaitun, buah zaitun, dan sabun.
Sekitar 80.000 hingga 100.000 keluarga Palestina bergantung pada panen zaitun sebagai penghasilan mereka, yang berlangsung setiap tahun antara bulan Oktober dan November.
Secara tradisional, musim panen adalah saat yang penuh perayaan dan kegembiraan, namun pembatasan ketat Israel dan serangan pemukim menutupi hal tersebut.
Baca Juga: AM Hendropriyono: Pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Menang Pilpres 2024
Menurut PBB, lebih dari 5.000 pohon zaitun milik warga Palestina di Tepi Barat rusak dalam lima bulan pertama tahun 2023.
Pada tahun 1974, Yasser Arafat, yang saat itu menjabat sebagai pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengatakan dalam pidatonya yang ditujukan kepada Majelis Umum PBB:
"Hari ini saya datang dengan membawa ranting zaitun di satu tangan dan senjata pejuang kemerdekaan di tangan lainnya. Jangan biarkan ranting zaitun jatuh dari tanganku. Aku ulangi, jangan biarkan ranting zaitun itu jatuh dari tanganku," katanya.
3. Sulaman Palestina
Seni menyulam Palestina, atau tatreez, adalah praktik jarum dan benang dekoratif yang diturunkan dari generasi ke generasi wanita Palestina.