• Minggu, 24 September 2023

Manfaatnya Hewan Kurban Dipuasakan Sebelum Disembelih pada Idul Adha

- Selasa, 27 Juni 2023 | 17:01 WIB
Ilustrasi hewan kurban (Pixabay/ mufidpwt)
Ilustrasi hewan kurban (Pixabay/ mufidpwt)

SENAYANPOST - Menjelang Hari Raya Idul Adha hewan kurban mulai dikirim ke rumah pemberi kurban, atau ke masjid untuk disembelih swtelah menyelenggarakan Sholat Ied.

Nah, menurut Muhammad Mar'ie Sirajuddin dari Ahmad Dahlan Halal Center (ADHC) mengungkapkan bahwa, hewan kurban sebaiknya dipuasakan terlebih dahulu selama 12 sampai 24 jam sebelum disembelih setelah penyelenggaraan Sholat Ied Idul Adha.

Hal ini penting agar hewan kurban tidak mengalami stress, darah dapat keluar sebanyak mungkin, dan cukup tersedia energi atau glikogen agar proses rigormortis berjalan sempurna.

“Pengistirahatan ternak penting karena ternak yang habis dipekerjakan, jika langsung disembelih tanpa pengistirahatan atau dipuasakan akan menghasilkan daging yang berwarna gelap, yang biasa disebut dark cutting meat atau dark firm dry,” ungkap Muhammad Mar'ie Sirajuddin, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.

Baca Juga: 5 Hikmah Ibadah Kurban di Hari Raya Idul Adha, Ibadah yang Dicintai Allah SWT

Lebih lanjut Muhammad Mar'ie Sirajuddin menjelaskan, hewan kurban yang tidak dipuasakan akan mengalami stress.

Kualitas daging dari hewan yang stress ini biasa disebut dengan daging DFD atau Dark, Firm and Dry. Sesuai dengan namanya, daging ini biasanya pada sapi yang berwarna gelap (dark), kompak (firm) dan kering (dry), serta nilai akhir pH ≥ 6,2.

Penyebab DFD antara lain jumlah glikogen otot yang sedikit, sebelum pemotongan menyebabkan asam laktat yang terbentuk sedikit.

Selain daging DFD, hewan kurban yang stres akibat tidak dipuasakan juga akan menghasilkan daging Pale Soft Exudative atau PSE.

Baca Juga: Apa Hukum Makan Daging Kurban Sendiri? Berikut Penjelasannya

PSE merupakan istilah untuk daging yang berwarna pucat (pale), lembek (soft), dan basah (exudative), PSE dapat diketahui pada pengukuran pH 45 menit atau satu jam setelah pemotongan.

Selain itu, penyebab PSE antara lain penurunan pH postmortem yang relatif cepat, sedangkan suhu tubuh masih relatif tinggi (mendekati suhu tubuh), sehingga beberapa protein otot mengalami denaturasi/rusak dan air banyak dilepas.

Menurut Mari’e, pengistirahatan hewan kurban dapat dilaksanakan dengan pemuasaan, pengistirahatan dengan pemuasaan mempunyai maksud untuk memperoleh Berat Tubuh Kosong atau BTK.

BTK yaitu bobot tubuh setelah dikurangi isi saluran pencernaan, isi kandung kencing dan isi saluran empedu.

Halaman:

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Opini: Hukum Positif Telantarkan Orang Tua

Rabu, 20 September 2023 | 03:20 WIB

Opini: Keikhlasan Rasulullah dan Perempuan Yahudi Tua

Senin, 14 Agustus 2023 | 14:20 WIB

Opini: Majlis Taklim Al-Busyro "Membunuh" Wahyu

Kamis, 27 Juli 2023 | 19:21 WIB

Opini: Hijrah dan HAM

Kamis, 20 Juli 2023 | 19:43 WIB

Opini: Salat Subuh

Jumat, 14 Juli 2023 | 12:29 WIB

Cerpen: Cinta Suci Adi

Senin, 10 Juli 2023 | 23:08 WIB

Islam Politik dan Mempermainkan Agama

Sabtu, 8 Juli 2023 | 16:29 WIB

Opini: Idul Adha, Mari Kurbankan Ismail Kita

Kamis, 29 Juni 2023 | 11:34 WIB

Perjuangan Dakwah Islam di Ranah Minang

Minggu, 25 Juni 2023 | 21:06 WIB
X