Manfaatnya Hewan Kurban Dipuasakan Sebelum Disembelih pada Idul Adha

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Selasa, 27 Juni 2023 | 17:01 WIB
Ilustrasi hewan kurban (Pixabay/ mufidpwt)
Ilustrasi hewan kurban (Pixabay/ mufidpwt)

SENAYANPOST - Menjelang Hari Raya Idul Adha hewan kurban mulai dikirim ke rumah pemberi kurban, atau ke masjid untuk disembelih swtelah menyelenggarakan Sholat Ied.

Nah, menurut Muhammad Mar'ie Sirajuddin dari Ahmad Dahlan Halal Center (ADHC) mengungkapkan bahwa, hewan kurban sebaiknya dipuasakan terlebih dahulu selama 12 sampai 24 jam sebelum disembelih setelah penyelenggaraan Sholat Ied Idul Adha.

Hal ini penting agar hewan kurban tidak mengalami stress, darah dapat keluar sebanyak mungkin, dan cukup tersedia energi atau glikogen agar proses rigormortis berjalan sempurna.

“Pengistirahatan ternak penting karena ternak yang habis dipekerjakan, jika langsung disembelih tanpa pengistirahatan atau dipuasakan akan menghasilkan daging yang berwarna gelap, yang biasa disebut dark cutting meat atau dark firm dry,” ungkap Muhammad Mar'ie Sirajuddin, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.

Baca Juga: 5 Hikmah Ibadah Kurban di Hari Raya Idul Adha, Ibadah yang Dicintai Allah SWT

Lebih lanjut Muhammad Mar'ie Sirajuddin menjelaskan, hewan kurban yang tidak dipuasakan akan mengalami stress.

Kualitas daging dari hewan yang stress ini biasa disebut dengan daging DFD atau Dark, Firm and Dry. Sesuai dengan namanya, daging ini biasanya pada sapi yang berwarna gelap (dark), kompak (firm) dan kering (dry), serta nilai akhir pH ≥ 6,2.

Penyebab DFD antara lain jumlah glikogen otot yang sedikit, sebelum pemotongan menyebabkan asam laktat yang terbentuk sedikit.

Selain daging DFD, hewan kurban yang stres akibat tidak dipuasakan juga akan menghasilkan daging Pale Soft Exudative atau PSE.

Baca Juga: Apa Hukum Makan Daging Kurban Sendiri? Berikut Penjelasannya

PSE merupakan istilah untuk daging yang berwarna pucat (pale), lembek (soft), dan basah (exudative), PSE dapat diketahui pada pengukuran pH 45 menit atau satu jam setelah pemotongan.

Selain itu, penyebab PSE antara lain penurunan pH postmortem yang relatif cepat, sedangkan suhu tubuh masih relatif tinggi (mendekati suhu tubuh), sehingga beberapa protein otot mengalami denaturasi/rusak dan air banyak dilepas.

Menurut Mari’e, pengistirahatan hewan kurban dapat dilaksanakan dengan pemuasaan, pengistirahatan dengan pemuasaan mempunyai maksud untuk memperoleh Berat Tubuh Kosong atau BTK.

BTK yaitu bobot tubuh setelah dikurangi isi saluran pencernaan, isi kandung kencing dan isi saluran empedu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X