Mush'ab Muqoddas, Lc
Pimpinan Redaksi Senayan Post
Kalimat pada judul di atas aslinya merupakan kalimat yang aslinya "Wong Cilik Iso Gemuyu" dikenal sebagai pesan mendiang Gubernur Jawa Timur Raden Panji Muhammad Noer yang memimpin Jawa Timur pada tahun 1967-1976
Maknanya sederhana, agar Wong Cilik, frasa yang digunakan untuk menggambarkan kaum fakir miskin yang mengalami kesulitan menanggung beban hidup karena kemiskinan dan mencengkram.
Jika dilihat dari periode kepemimpinan Pak M Noer pada 1967 - 1976 adalah masa Indonesia mengalami krisis ekonomi yang akut. Inflasi mencapai 600 persen, gejolak politik menteror rakyat yang tidak bersalah, dan perubahan kepemimpinan nasional.
Kalimat judul di atas terfikirkan oleh penulis setelah melakukan podcast dengan Ketua Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban Dr Ahed Abu Atta di kantornya kawasan Tebet Barat Dalam beberapa waktu lalu.
Pada podcast di Channel Youtube Senayan TV, Duktur Ahed Abu Atta menceritakan tradisi Rakyat Palestina menghidupkan bulan suci Ramadan dan Idul Fitri dengan penuh kegembiraan.
Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban telah berperan besar menghidupkan kegembirana tersebut dengan sekuat tenaga. Tentu saja belum mampu menciptakan suasana yang bahagia di tengah puing-puing reruntuhan pemukiman akibat serangan Israeli Defence Force (IDF) yang mengklaim hanya menarget para petinggi Hamas. Tapi pada nyatanya, rakyat yang tidak bersalah terutama anak-anak menjadi korban kekejaman Israel tersebut.
Presiden Prabowo Subianto seperti kita ketahui telah berdomisili dalam waktu yang cukup lama di Yordania, sebagai pelatih Pasukan Khusus pengawal Raja Yordan yang saat itu dipimpin oleh Pangeran Abdullah II, sahabat dekatnya. Saat ini, Abdullah II adalah raja Yordania. Tentunya, bagi Presiden Prabowo Subianto isu-isu Palestina sangat dipahaminya, karena pernah bertetangga dengan Palestina.
Kondisi, keprihatinan, situasi, penderitaan, hingga peta politik baik dari dalam negeri hingga pengaruh-pengaruh luar atas Palestina, dipahami dengan baik oleh Presiden Prabowo Subianto.
Saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia, terobosan penting adalah memberikan beasiswa bagi kadet-kadet Palestina untuk belajar di Universitas Pertahanan Republik Indonesia. Mereka kedepannya adalah kader bagi eksistensi Palestina sebagai negara yang berdaulat.
Keinginan Presiden Prabowo Subianto, sangat tulus dan sederhana, ingin Rakyat Palestina yang kesusahan dan menderita, dapat tersenyum bahagia. kebahagiaan Rakyat Palestina bagi Presiden Prabowo Subianto adalah adanya jaminan tidak ada aksi teror, pengusiran atau penyusahan yang membebani hidup mereka.