- Politikalisasi Marx
Lenin mengubah Marxisme menjadi ideologi politik yang dogmatis. Jika Marx masih terbuka terhadap kritik, Lenin menjadikannya doktrin final.
- Partai Pelopor dan Otoritarianisme
Konsep vanguard party memunculkan diktatur partai tunggal. Lenin menganggap rakyat tak mampu berpikir sendiri tanpa partai, sehingga demokrasi ditekan.
- Legitimasi Kekerasan
Lenin membenarkan teror sebagai instrumen politik. Hal ini melahirkan teror negara yang diperparah pada masa Stalin.
- Utopia yang Gagal
Alih-alih menuju masyarakat tanpa kelas, Leninisme menciptakan negara birokratis represif. Revolusi yang seharusnya membebaskan malah menindas.
Kritik terhadap Mao dan Neo-Marxisme
- Mao Zedong
Mao berhasil menyesuaikan Marxisme dengan basis tani, tetapi kebijakan ekstrem seperti Great Leap Forward dan Revolusi Kebudayaan menghancurkan rakyat sendiri.
- Herbert Marcuse
Marcuse menyingkap dominasi kapitalisme modern melalui konsep ‘manusia satu dimensi’. Namun, Magnis menilai Marcuse terlalu pesimistis (seolah masyarakat sepenuhnya tunduk) dan utopis (mengandalkan mahasiswa dan Dunia Ketiga sebagai agen perubahan).
- Mazhab Frankfurt
Adorno dan Horkheimer → kritis terhadap rasionalitas instrumental, tetapi terlalu negatif hingga seolah tak ada jalan keluar.
Habermas → konstruktif dengan teori komunikasi bebas dominasi, tetapi masih terlalu idealis.
Kesimpulan:
Franz Magnis-Suseno konsisten dalam kritiknya :
Marx → reduksionis, deterministik, utopis.
Lenin → menjadikan Marxisme ideologi dogmatis, otoriter, penuh kekerasan.