Sebagai imbalannya, Israel berupaya menarik orang Yahudi Iran dengan menawarkan imbalan finansial yang besar hingga USD 10.000,- per orang dan USD 61.000,- per keluarga Yahudi Iran untuk mendorong orang Yahudi Iran berimigrasi ke Tel Aviv. Saat ini, jumlah orang Yahudi asal Iran di Israel diperkirakan lebih dari 200.000 jiwa yang paling menonjol di antaranya adalah Mantan Presiden Israel Moshe Katsav dan Mantan Menteri Pertahanan Israel Shaul Mofaz.
Di bawah Dinasti Shah, populasi Yahudi di Iran berjumlah sekitar 100.000 hingga awal 1980-an, tersebar di Shiraz, Yazd, Kerman, Isfahan, dan Rafsanjan, tetapi terkonsentrasi di ibu kota, Teheran. Namun, mayoritas dari mereka telah beremigrasi sejak penggulingan rezim Shah pada tahun 1979, hanya menyisakan beberapa ribu orang.
Pada masa Presiden Iran Hassan Rouhani, Pemerintah Iran mengalokasikan sekitar USD 400.000,- untuk pembangunan Rumah Sakit Yahudi di Teheran. Presiden Iran Hassan Rouhani juga mendirikan monumen untuk menghormati tentara Yahudi Iran yang gugur dalam Perang Iran-Irak, menganggap mereka sebagai komponen integral Bangsa Iran.
Yahudi Iran juga menggelar sejumlah aksi demonstrasi mengutuk serangan-serangan Israel atas wilayah Palestina, Gaza dan Tepi Barat, serta serangan Israel atas Iran. Salah satu aksi demonstrasi dipimpin langsung oleh Pemimpin Yahudi Iran, Rabbi Younes Hamami Lalehzar, Anggota Parlemen Iran Representasi Yahudi Iran Homayoun Samiah Najafabadi, dan Lepala Dewan Syura Komunitas Yahudi Iran Harav Yehuda Gerami. Mereka menegaskan kecaman terhadap Yahudi Iran atas kejahatan Zionisme Israel dan genosida yang sedang terjadi di Gaza Palestina dan pengusiran di Tepi Barat Palestina.
Jadi, apakah perang antara Iran dan Israel, adalah perang dengan latar belakang teologis ?