Hadis dan Sejarah Salat Idul Fitri di Lapangan yang Umum Dilakukan di Indonesia

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Senin, 31 Maret 2025 | 20:49 WIB
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam Refleksi Idul Fitri 1446 H, Minggu, 30 Maret 2025 (dok.Muhammadiyah)
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam Refleksi Idul Fitri 1446 H, Minggu, 30 Maret 2025 (dok.Muhammadiyah)


SENAYANPOST - Ada dua tempat yang umum digunakan umat Muslim di Indonesia untuk melaksanakan salat Idul Fitri.

Salat Idul Fitri atau Idul Adha, selain dilaksanakan di masjid juga bisa dilaksanakan di lapangan.

Rupanya, ada sejarah dan alasan mengapa salat Idul Fitri ini dilakukan di lapangan.

Salat Ied Pertama yang Dilakukan di Lapangan

Mengutip dari laman resmi Muhammadiyah, Haedar Nshir dalam buku Muhammadiyah Gerakan Pembaruan yang terbit tahun 2010 telah mencatat sejarah salat Ied pertama di lapangan.

Salat Ied di lapangan pertama kali dilakukan oleh Muhammadiyah pada tahun 1926.

Lokasi yang digunakan saat itu adalah Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta.

Keputusan tersebut juga berasaskan pada hasil Kongres Muhammadiyah ke-15 di Surabaya.

Hadis Salat Ied di Tanah Lapang

Dari abu Sa’id al-Khudri r.a berkata: “Rasulullah SAW keluar ke lapangan tempat salat pada hari Idul Fitri dan Idul Adha, lalu yang pertama yang dilakukannya adalah salat, kemudian berangkat dan berdiri menghadap jamaah, sementara jamaah tetap duduk pada saf masing-masing lalu Rasulullah menyampaikan wejangan, pesan, dan beberapa perintah” (HR al-Bukhari).

Hadis tersebut yang digunakan oleh Muhammadiyah untuk landasan salat Ied di lapangan.

Berawal dari Kritikan Tamu India

Dalam buku Muhammadiyah dalam Perspektif Sejarah, Organisasi, dan Sistem Nilai yang terbit tahun 2019 mengungkapkan bahwa salat Ied di lapangan bermula dari sebuah kritikan.

Kritikan itu datang dari tamu India di era kepemimpinan Kiai Ibrahim tahun 1923 hingga 1933.

Masih mengutip dari laman resmi Muhammadiyah, diceritakan bahwa tamu tersebut mempertanyakan mengapa organisasi yang telah memposisikan diri sebagai gerakan Tajdid atau pencerahan ini masih menggunakan Masjid Keraton Yogyakarta untuk salat Idul Fitri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB

Krapyak

Selasa, 21 April 2026 | 22:32 WIB

Muslihat AS Menyerang Iran

Selasa, 14 April 2026 | 17:11 WIB
X