"Hanya membicarakan hal ini (potensi penggunaan senjata nuklir) menurunkan ambang batas nuklir. Kami memiliki lebih dari negara-negara NATO, dan mereka ingin mengurangi jumlah kami," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengatakan bahwa Washington tidak mengubah sikapnya terhadap rencana Putin.
AS menilai Rusia tidak bersiap untuk perang nuklir di tengah-tengah berkecamuknya Perang Rusia Ukraina.
"Kami tidak punya alasan untuk menyesuaikan postur nuklir kami sendiri. Kami tidak melihat adanya indikasi bahwa Rusia sedang bersiap untuk menggunakan senjata nuklir," ungkapnya.***