SENAYAN POST - Sebuah drone yang diduga dari Ukraina melintas di Gedung Kremlin, memicu spekulasi percobaan pembunuhan terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Belum lama ini, Pemerintah Rusia menuding Ukraina dalam serangan drone di benteng Kremlin, Moskow dalam upaya pembunuhan Vladimir Putin dan mengancam akan melakukan serangan balasan.
Sementara upaya pembunuhan Vladimir Putin yang diduga dilakukan Ukraina itu gagal, Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa Kyiv tidak ada hubungannya dengan insiden yang terjadi pada Rabu malam itu.
Baca Juga: MCU Umumkan Debut Captain Marvel yang Lain dalam Guardians of the Galaxy 3, Awas Spoiler!
"Kami tidak menyerang Putin atau Moskow, kami berperang di wilayah kami," kata Zelenskiy pada 4 April 2023, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Seorang pembantu senior Zelenskiy menyebut tuduhan itu sebagai tanda bahwa Kremlin sedang merencanakan serangan besar baru di Ukraina, pada saat titik balik potensial dalam perang saat Kyiv bersiap untuk melakukan serangan balasan yang telah lama dinanti.
Tak lama setelah pengumuman Kremlin, Ukraina melaporkan peringatan untuk serangan udara di ibu kota Kyiv dan kota-kota lain.
Rusia mengatakan bahwa dua kendaraan udara tak berawak diarahkan ke Kremlin.
"Sebagai hasil dari tindakan tepat waktu yang diambil oleh militer dan dinas khusus dengan penggunaan sistem radar perang, perangkat itu tidak berfungsi," bunyi pernyataan resmi Kremlin.
Kremlin menilai insiden ini adalah aksi terorisme terencana.
Baca Juga: Tak Diundang Jokowi, Partai Demokrat 'Minta Bocoran' ke Cak Imin soal Pertemuan di Istana
"Kami menganggap aksi ini sebagai aksi teroris terencana dan upaya pembunuhan presiden, yang dilakukan pada malam Hari Kemenangan, Parade 9 Mei, di mana kehadiran tamu asing juga direncanakan," lanjutnya.
Pecahan drone berserakan di halaman Kremlin tetapi tidak ada korban luka atau kerusakan .