internasional

Ukraina Digempur Serangan Rudal Rusia, Volodymyr Zelenskiy: Penjajah Hanya Bisa Meneror Warga Sipil

Kamis, 9 Maret 2023 | 20:55 WIB
Ilustrasi, Terbaru, serangan rudal dari Rusia menewaskan warga sipil dari Ukraina di tengah perang yang sedang berkecamuk antara dua negara. (Pixabay.com/Pintera Studio)

"Mereka masih belum menemukannya. Kami berharap mereka masih hidup. Tapi, mereka tidak hidup," katanya.

Baca Juga: Suaminya Punya Moge, Sri Mulyani: Tidak Pernah Dipakai

Warga sipil lainnya dilaporkan tewas oleh rudal di wilayah Dnipro tengah.

Tiga warga sipil secara terpisah dilaporkan tewas oleh artileri di Kherson.

Di ibu kota Kiev, peringatan serangan udara tujuh jam sepanjang malam adalah yang terlama dari kampanye udara Rusia yang dimulai pada bulan Oktober.

Baca Juga: Aktif di Dunia Maya, Federal Oil Raih Penghargaan Ini

"Saya mendengar ledakan yang sangat keras, sangat keras. Kami segera melompat dari tempat tidur dan melihat satu mobil terbakar. Kemudian mobil lain ikut terbakar. Kaca balkon dan jendela pecah," kata Liudmyla (58) sambil memegang balita dalam pelukannya.

"Anak itu ketakutan dan melompat dari tempat tidur," katanya.

"Bagaimana mereka bisa melakukan ini? Bagaimana ini mungkin? Mereka bukan manusia, saya tidak tahu harus memanggil mereka apa," lanjutnya.

Baca Juga: Menteri Luhut Bereaksi Karena PDKT-nya Sama Indonesia, Eh Tesla Buka Kantor Cabang di Malaysia

Moskow mengatakan kampanyenya menargetkan infrastruktur Ukraina jauh dari garis depan dimaksudkan untuk mengurangi kemampuannya untuk berperang.

Kiev mengatakan serangan udara tidak memiliki tujuan militer dan bertujuan untuk menyakiti dan mengintimidasi warga sipil, sebuah kejahatan perang.

Pejabat Ukraina mengatakan ini adalah pertama kalinya mereka menghadapi begitu banyak rudal kinzhal, yang tidak dapat ditembak jatuh oleh Ukraina.

Baca Juga: Bule Kerjakan Pekerjaan Warga Lokal Bali, Begini Respon Sandiaga Uno

Rusia diyakini hanya memiliki beberapa lusin kinzhal, yang terbang berkali-kali lebih cepat dari kecepatan suara dan yang oleh Presiden Vladimir Putin disebut-sebut sebagai senjata yang tidak dapat dijawab oleh NATO.***

Halaman:

Tags

Terkini