Dalam Konperensi Tingkat Tinggi SCO (Shanghai Cooperation Organisation) pada bulan September 2022 Iran secara resmi bergabung sebagai anggota penuh SCO, sehingga mulai 2023 kemitraan strategis untuk 25 tahun kedepan dengan nilai investasi $400 miliar dimulai. SCO merupakan organisasi kerjasama ekonomi, politik dan militer antarbangsa Asia dengan anggota China (Republik Rakyat Tiongkok), Rusia, Kazakhstan, Kyrgistan, Tajikistan, Uzbekistan, Iran, India, Mongolia dan Pakistan.
Permohonan AS pada 2015 untuk sekedar menjadi pengamat ditolak, dengan alasan AS secara geografis terlalu jauh dan SCO mementingkan kerjasama ekonomi yang damai, yang bahkan di perbatasan antar negara anggota-anggotanya tidak akan ditempatkan pasukan militer.
0⁰Mereka bersama dengan sekutunya di Uni Eurasia pimpinan Moskow kini menantang rezim petrodolar, yang merupakan inti dari sistem keuangan Barat yang masih menguasai hampir 80 % perdagangan di pasar minyak global.
Mulai tahun 2023 mereka akan menggeser ekonomi dunia ke Eurasia dan sistem ideologi politik ke dunia yang multipolar, dengan kesembilan anggota tetap SCO yang sekarang sudah mewakili 40% dari populasi dunia.
Salah satu keputusan penting mereka di Samarkand pada Nopember 2022 adalah meningkatkan perdagangan bilateral dan perdagangan secara keseluruhan dalam mata uang mereka sendiri.
Pertemuan Dewan Ekonomi Eurasia Tertinggi yang berikutnya akan berlangsung di Rusia pada bulan Mei 2023 yang akan datang, yaitu menjelang waktu pertemuan Belt and Road Forum.
Secara bersamaan ini merupakan cikal bakal peta jalan geo-ekonomi baru menuju petroyuan, yang paralel dengan dorongan untuk menuju “infrastruktur pembayaran bersama” yaitu mata uang alternatif yang dapat segera melangkahi dolar AS.
Di seluruh Eurasia muncul kekuatan finansial dan ketahanan ekonomi yang dengan cepat berpengaruh kepada pertumbuhan di Amerika Latin, Timur Tengah dan Afrika.
Pada tahun 2023 akan semakin banyak orang meninggalkan Visa dan Mastercard untuk kemudian menggunakan kartu UnionPay atau Mir, sedangkan Alipay dan WeChat Pay kini mulai populer di Indonesia dan seluruh Asia Tenggara.
Paradigma baru ini merupakan opportunity (peluang) bagi Indonesia untuk juga mulai mendobrak kurungan besi penjajahan ekonomi, politik dan ideologi Barat.
Namun yang perlu diwaspadai juga adalah sebagaimana kewaspadaan Saudi Arabia, bahwa ada kemungkinan muncul reaksi dari “Sang Kaisar Petrodolar” dalam bentuk kudeta militer fisik atau pergantian pemerintahan di Saudi melalui assasination, bahkan teror pengeboman terhadap Riyadh (Pepe Escobar, 2022).
Smart approach (penggalangan cerdas) Presiden RI Jokowi terhadap China menghasilkan kerjasama dalam penelitian, pengembangan dan produksi vaksin dan genomik serta dukungan China terhadap upaya Indonesia menjadi pusat vaksin regional.
Dengan demikian Presiden dapat memutuskan untuk mulai tahun 2023 ini menghapus PPKM di Indonesia, terkait dengan berjangkitnya pandemi covid19 yang nyaris melumpuhkan kehidupan hampir semua negara bangsa di dunia sejak 2019.
China juga mendukung usaha Indonesia untuk mulai tahun 2023 mengurangi emisi karbon, melalui pengembangan industri hijau dan pelestarian hutan mangrove, yang disambut dengan sangat antusias oleh seluruh peserta G20 di Bali tahun lalu.
Indonesia di era Internet Of Things (IOT,serba internet) di masyarakat berteknologi 4.0 ini memerlukan implementasi yang serba internet bagi peningkatan kapasitas keamanan siber dalam menghadapi berbagai hoaks dan simulakra, yang pada 2023 akan memadati lalu lintas komunikasi dunia maya menjelang Pemilu.