internasional

Laporan: Meski Saling Serang, AS dan Iran Disebut Terus Dekati Kesepakatan Nuklir

Rabu, 10 Juni 2026 | 16:01 WIB
Ilustrasi, AS dan Iran dikabarkan membicarakan kesepakatan nuklir meskipun keduanya terlibat saling serang beberapa hari terakhir. (Unsplash.com/Vladyslav Cherkasenko)

SENAYANPOST - Kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait program nuklir Teheran dilaporkan menunjukkan kemajuan pada sejumlah isu penting hanya beberapa hari sebelum terjadinya eskalasi militer terbaru antara kedua negara.

Mengutip sejumlah pejabat AS, The New York Times melaporkan bahwa negosiasi telah berkembang jauh melampaui pembahasan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dan mulai berfokus pada sejumlah poin utama yang menjadi inti kesepakatan nuklir baru.

Menurut laporan tersebut, salah satu usulan yang tengah dibahas adalah penghentian aktivitas pengayaan uranium Iran selama 15 tahun.

Empat Isu Utama Jadi Fokus Negosiasi

Selain penghentian pengayaan uranium, Washington juga mendorong beberapa langkah lain sebagai bagian dari kerangka kesepakatan yang sedang dirundingkan.

Baca Juga: AS Serang Situs Pertahanan Iran di Dekat Selat Hormuz, Teheran Klaim Balas Targetkan Pangkalan Militer Amerika

Pemerintah AS disebut mengusulkan agar Iran mengencerkan stok uranium yang telah diperkaya, menonaktifkan atau membongkar fasilitas nuklir tertentu, memperluas akses inspeksi internasional terhadap program nuklirnya, dan menerima mekanisme pengawasan yang lebih ketat dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Donald Trump dikabarkan menginginkan penghentian pengayaan uranium selama 20 tahun.

Namun, para pejabat AS kini disebut mempertimbangkan periode kompromi selama 15 tahun.

AS Dorong Penutupan Tiga Fasilitas Nuklir

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Jerusalem Post, dalam pembahasan yang berlangsung, Washington juga dilaporkan meminta Iran menutup tiga fasilitas nuklir utama yang masih beroperasi, yakni di Natanz, Fordow, dan Isfahan.

Selain itu, proses pengenceran uranium yang telah diperkaya diharapkan berada di bawah pengawasan langsung IAEA.

Baca Juga: Netanyahu Abaikan Donald Trump, Israel Serang Situs Militer dan Bahan Bakar Iran, Ansarullah Yaman Kirim Rudal ke Wilayah Palestina Diduduki

AS juga menginginkan penerapan inspeksi mendadak yang memungkinkan tim internasional mengakses berbagai lokasi di Iran guna memastikan kepatuhan terhadap kesepakatan yang dicapai.

Halaman:

Tags

Terkini