Laporan: Meski Saling Serang, AS dan Iran Disebut Terus Dekati Kesepakatan Nuklir

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 10 Juni 2026 | 16:01 WIB
Ilustrasi, AS dan Iran dikabarkan membicarakan kesepakatan nuklir meskipun keduanya terlibat saling serang beberapa hari terakhir. (Unsplash.com/Vladyslav Cherkasenko)
Ilustrasi, AS dan Iran dikabarkan membicarakan kesepakatan nuklir meskipun keduanya terlibat saling serang beberapa hari terakhir. (Unsplash.com/Vladyslav Cherkasenko)

Trump Tetap Optimis Kesepakatan Bisa Tercapai

Meski ketegangan militer kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa dirinya masih optimistis Washington dan Teheran dapat mencapai kesepakatan.

Dalam percakapan dengan Kepala Koresponden Washington ABC News, Jonathan Karl, Trump mengatakan peluang tercapainya kesepakatan tetap terbuka.

Menurut laporan tersebut, Trump meyakini kedua negara masih dapat mencapai kesepakatan yang disebutnya sebagai "kesepakatan yang sangat baik".

Baca Juga: Iran Serang Sasaran Militer Israel, Teheran: Hak Membela Diri Tak Bisa Ditawar

Pernyataan itu disampaikan tak lama sebelum Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan serangan terhadap sejumlah target Iran pada Selasa malam.

AS Klaim Serangan Tak Ganggu Jalur Diplomasi

CENTCOM menyebut operasi militer tersebut merupakan "respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak beralasan", merujuk pada insiden jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS di kawasan Selat Hormuz.

Meski demikian, sejumlah pejabat AS menegaskan bahwa aksi militer terbaru tidak serta-merta menghentikan jalur diplomasi yang sedang berjalan.

Beberapa pejabat pemerintahan AS yang dikutip berbagai media menyatakan negosiasi mengenai program nuklir Iran masih berlanjut dan tetap menjadi prioritas di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Jerusalem Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X