SENAYANPOST - Kejadian penangkapan relawan Global Sumud Flotilla (GSF) yang sempat viral di media sosial, kini sudah sepekan berlalu. Peristiwa mencekam yang dialami setidaknya 9 warga negara Indonesia (WNI) dalam aksi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina itu kini masih menjadi perbincangan publik.
Hendro Prasetyo, salah satu WNI Relawan GSF yang berhasil selamat dari insiden itu, menceritakan detik-detik tentara Israel yang semula datang dengan damai, justru berperilaku keji terhadap mereka.
Dalam unggahan Instagram @inhforhumanity, pada Selasa, (26/5/26), Hendro membongkar kejadian mengerikan yang dialami para aktivis kemanusiaan setelah kamera dimatikan dan dihancurkan oleh tentara Israel.
Mulanya, Hendro menceritakan pengalaman pahitnya mulai dari penyitaan paksa hingga perusakan kapal secara brutal, saat insiden terjadi.
Baca Juga: Modus Kejahatan Berkedok Pocong Keliling Resahkan Warga, Polisi Tingkatkan Patroli
"Kamera itu pasti dihancurkan oleh (pasukan) Israel, dan seluruh aktivis itu dipindahkan dari kapal ke speedboat-nya mereka," tuturnya.
Hendro menyebut, hal selanjutnya yang dilakukan oleh pasukan Israel, yakni penghancuran kapal dan seluruh barang-barang yang ada di kapal.
"Mulai dari kacanya dihancurkan, layarnya dirobek, pokoknya dibuat sampai kapalnya hanyut," ungkapnya.
Dalam insiden itu, Hendro mengingat berapa kejamnya deraan tentara Israel yang tidak terekam kamera kapal. Kala itu, mereka diancam menggunakan senjata berpeluru karet untuk mengungkap kapten kapal GSF tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Revitalisasi 3.084 Sekolah Terdampak Bencana di Sumatra
Kendati demikian, Hendro memastikan dirinya dengan teguh tidak memberi tahu kapten kapal, untuk keselamatan bersama.
"Jadi prinsip kita saat itu, kita tidak boleh memberi tahu siapa kapten kapal kita ya," terangnya.
"Saat itu, mereka memaksa untuk mencari tahu siapa kaptennya," imbuh Hendro.
Hendro lantas menuturkan, kala itu ada yang mengaku dirinya sebagai kapten kapal, dan lantas mendapat tembakan dari tentara Israel.