internasional

Laporan Intelijen AS: Iran Tak Akan Buka Selat Hormuz dalam Waktu Dekat

Sabtu, 4 April 2026 | 19:09 WIB
Ilustrasi, dalam laporan intelijen AS atau CIA, kemungkinan Iran tidak akan membuka Selat Hormuz dalam waktu dekat. (Instagram.com/@cia)

SENAYANPOST - Intelijen Amerika Serikat (AS) belum lama ini mengungkapkan dalam sebuah laporan bahwa Iran nampaknya tidak akan membuka secara penuh Selat Hormuz.

Diketahui, Selat Hormuz adalah salah satu jalur minyak terpenting di dunia yang saat ini dikendalikan oleh Iran di tengah perang antara AS-Israel yang sudah memasuki minggu keenam ini.

Menurut laporan tersebut, penutupan Selat Hormuz memberikan pengaruh nyata terhadap Washington.

 

Temuan ini menunjukkan bahwa Teheran dapat terus mencekik selat tersebut untuk menjaga harga energi tetap tinggi sebagai cara untuk menekan Trump agar segera mencari jalan keluar dari perang.

Baca Juga: Akan Pengaruhi Tingkat Elektoral, Sikap Pemerintah Indonesia Harus Tegas Terkait Serangan AS-Israel atas Iran

Laporan tersebut juga memberikan indikasi terbaru bahwa perang, yang bertujuan untuk melenyapkan kekuatan militer Iran, justru dapat meningkatkan pengaruh regionalnya dengan menunjukkan kemampuan Teheran untuk mengancam jalur air utama tersebut.

Trump telah berusaha untuk mengecilkan kesulitan pembukaan kembali Selat Hormuz, yang mengangkut seperlima perdagangan minyak dunia.

Pada hari Jumat, ia tampaknya mengisyaratkan bahwa ia dapat memerintahkan pasukan AS untuk membuka kembali jalur tersebut.

"Dengan sedikit waktu lagi, kita dapat dengan mudah MEMBUKA SELAT HORMUZ, MENGAMBIL MINYAKNYA, dan MENGHASILKAN KEKAYAAN," tulisnya di platform Truth Social sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel pada 4 April 2026. 

Baca Juga: Mampu Bedakan Yahudi dengan Zionisme, Publik Indonesia Tolak Serangan AS-Israel atas Iran

Namun, para analis telah lama memperingatkan bahwa upaya menggunakan kekuatan terhadap Iran, yang mengendalikan salah satu sisi selat, dapat berakibat mahal dan menyeret AS ke dalam perang darat yang berkepanjangan.

"Dalam upaya untuk mencegah Iran mengembangkan senjata pemusnah massal, AS justru memberikan Iran senjata perusak massal," kata Ali Vaez, direktur Proyek Iran di International Crisis Group, sebuah organisasi pencegahan konflik.

Teheran, kata Vaez, memahami bahwa kemampuannya untuk mengendalikan pasar energi dunia melalui cengkeramannya di selat tersebut 'jauh lebih ampuh daripada senjata nuklir sekalipun'.

Halaman:

Tags

Terkini