internasional

Jerman dan Uni Eropa Tolak Gabung Koalisi AS di Iran: "Ini Bukan Perang Kami!"

Selasa, 17 Maret 2026 | 21:44 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Instagram.com/@realdonaldtrump)

SENAYANPOST – Upaya Amerika Serikat untuk membangun koalisi internasional guna mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan sedang mengalami kekacauan besar. Sejumlah negara mitra utama Washington menyatakan keengganan mereka untuk terlibat dalam misi militer yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump tersebut.

Berdasarkan laporan Russian Today pada Selasa, (17/3/26), yang mengutip data dari Axios, upaya diplomasi Trump untuk mendapatkan bantuan militer dari negara-negara sekutu menemui jalan buntu.

Jalur pelayaran di Selat Hormuz saat ini terganggu akibat serangan balasan antara Amerika Serikat-Israel dan Iran, yang menyebabkan harga minyak dunia melonjak hingga di atas 100 dolar per barel.

Mengenal Selat Hormuz dan Konteks Koalisi

Bagi pembaca awam, Selat Hormuz adalah jalur laut paling penting di dunia untuk pengiriman minyak. Jika jalur ini terganggu, pasokan energi global akan terancam dan harga bahan bakar di berbagai negara bisa melambung tinggi.

Baca Juga: Kanselir Friedrich Merz: Serangan Udara Tak Akan Bisa Ubah Pemerintahan di Iran

"Koalisi" yang diinginkan Trump adalah gabungan angkatan laut dari berbagai negara untuk berpatroli di wilayah tersebut guna memastikan kapal-kapal pengangkut minyak bisa lewat dengan aman.

Namun, tanggapan dari negara-negara mitra seperti Jerman, Italia, dan Jepang dilaporkan sangat negatif. Russian Today menyebutkan bahwa tanggapan para sekutu bervariasi mulai dari keraguan hingga penolakan keras secara terang-terangan.

Penolakan dari Sekutu Eropa dan NATO

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, secara terbuka menyatakan bahwa negaranya tidak ingin terseret dalam konflik ini. Ia menegaskan posisi Jerman dengan kalimat yang sangat lugas.

"Ini bukan perang kami, kami tidak memulainya," tegas Pistorius sebagaimana dikutip oleh Russian Today. Senada dengan hal tersebut, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyatakan bahwa tidak ada keinginan di dalam blok Eropa untuk berpartisipasi dalam koalisi pimpinan Amerika Serikat melawan Iran.

Baca Juga: Josep Borrell: Uni Eropa Kehilangan Kredibilitas Dunia Akibat Terlalu Tunduk pada Amerika Serikat

Meskipun Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dilaporkan lebih mendukung rencana tersebut, proses negosiasi di lapangan digambarkan oleh seorang diplomat Eropa sebagai sebuah kekacauan. Banyak negara merasa bingung karena rencana atau "peta jalan" yang dijanjikan tidak dibagikan secara merata kepada seluruh calon anggota koalisi.

Tekanan Trump dan Realitas di Iran

Halaman:

Tags

Terkini