internasional

Menilik Kasus Korupsi Benjamin Netanyahu, Bikin Warga Israel Terpecah Belah

Rabu, 18 Februari 2026 | 20:09 WIB
Kasus korupsi yang menyeret Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakibatkan warga Israel terpecah-belah. (X.com/@IsraeliPM)

SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam beberapa tahun terakhir menjadi sorotan dunia internasional akibat agresi militer dan genosida yang dilakukannya kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Selain terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan, ternyata Netanyahu juga terseret kasus korupsi yang nilainya tidak sedikit.

Dalam beberapa kesempatan, Netanyahu juga menghindari sidang kasus korupsi tersebut demi menjalankan kampanye perangnya terhadap rakyat Palestina dan juga negara lain seperti Lebanon, Yaman, Suriah, dan Iran.

Tahun lalu, tepatnya 1 Desember 2025, Netanyahu memberikan kesaksian untuk pertama kalinya sejak meminta pengampunan dari presiden negara itu dalam persidangan korupsinya yang telah berlangsung lama.

Baca Juga: Bukan Bahas Iran dan Gaza, Netanyahu ke AS Minta Trump Desak Presiden Israel Berikan Amnesti atas Kasus Korupsinya

Di tengah kampanye perangnya di Timur Tengah, ternyata kasus korupsi membuat publik Israel terpecah belah.

Berikut adalah hal-hal yang perlu kita ketahui tentang kasus korupsi yang menyeret Perdana Menteri Israel itu.

Apa Saja Tuduhannya?

Netanyahu didakwa pada tahun 2019 atas tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan, yang semuanya dibantah oleh Netanyahu.

Persidangan dimulai pada tahun 2020 dan melibatkan tiga kasus pidana. Ia membantah tuduhan tersebut dan telah menyatakan tidak bersalah.

Kasus 4000

Jaksa penuntut menduga bahwa Netanyahu memberikan bantuan regulasi senilai sekitar 1,8 miliar shekel (sekitar Rp8,44 triliun) kepada Bezeq Telecom Israel.

Sebagai imbalannya, kata jaksa penuntut, ia meminta liputan positif tentang dirinya dan istrinya Sara di situs berita yang dikendalikan oleh mantan ketua Bezeq, Shaul Elovitch.

Dalam kasus ini, Netanyahu didakwa dengan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan. Elovitch membantah melakukan kesalahan.

Halaman:

Tags

Terkini