internasional

Mantan Intelijen Israel: Opsi Militer terhadap Iran Justru Rugikan Kepentingan Washington

Rabu, 28 Januari 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi, Eks intelijen Israel Danny Citrinowicz mengatakan bahwa serangan militer Iran justru akan merugikan AS. (Unsplash.com/Seyed Gholamreza Nematpour)

Kondisi tersebut akan mempersempit ruang bagi mobilisasi sosial yang selama ini menjadi salah satu sumber tekanan utama terhadap pemerintah.

Ia juga mengingatkan bahwa Iran masih memiliki kapabilitas militer yang signifikan serta jaringan proksi regional yang luas.

Baca Juga: Tidak Ada Kantor Garda Revolusi Diduduki Demonstran, Sumber Senayan Post di Iran Ungkap Kondisi Iran Kini

Oleh karena itu, setiap eskalasi militer hampir pasti akan meluas ke kawasan dan meningkatkan risiko konflik regional yang sulit dikendalikan oleh AS.

"Aksi militer tidak menjamin keuntungan strategis. Sebaliknya, langkah tersebut justru dapat mengokohkan rezim pada saat legitimasi internalnya sedang terkikis," tulisnya.

Sebagai alternatif, Citrinowicz menilai tekanan jangka panjang melalui penegakan sanksi yang konsisten, isolasi ekonomi, serta kehadiran militer AS yang bersifat pencegah—bukan provokatif—lebih sejalan dengan kepentingan Washington.

"Tekanan berkelanjutan melalui penegakan sanksi yang ketat, isolasi ekonomi, dan keteguhan diplomatik tetap menjadi jalur paling efektif," ujarnya.

Menurut Citrinowicz, strategi tersebut memang lebih lambat dan tidak dramatis dibandingkan aksi militer, namun dinilai lebih kecil risikonya memicu eskalasi kawasan.

Baca Juga: Dubes Iran Ungkap Proyek Berdarah Mossad dan CIA: 2.427 Aparat dan Sipil Jadi Korban

"Strategi ini memang berjalan lebih lambat dan kurang dramatis dibandingkan aksi militer, tetapi jauh lebih mungkin mendorong keruntuhan rezim secara bertahap tanpa memicu konflik regional yang lebih luas," tulisnya.

Ia menyimpulkan bahwa meskipun Republik Islam Iran telah melemah secara signifikan, eskalasi militer justru berpotensi menunda—bukan mempercepat—proses perubahan internal.

Bagi Amerika Serikat, pendekatan yang terukur dan berjangka panjang dinilainya lebih rasional dibandingkan opsi militer yang berisiko tinggi dan minim keuntungan strategis.***

Halaman:

Tags

Terkini