internasional

Menlu Iran Abbas Araghchi: Musuh Coba Tutupi Kerugian Militer dengan Perang Ekonomi

Jumat, 26 Desember 2025 | 17:24 WIB
Usai perang 12 hari, Menlu Iran Abbas Araghchi menyebut musuh mengimbangi kerugian militer dengan perang ekonomi baru-baru ini. (X.com/@IRIMFA_EN)

SENAYANPOST - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan bahwa saat ini musuh-musuh Iran telah mengubah taktik ke arah perang ekonomi setelah gagal lewat jalur militer.

Berbicara pada sebuah upacara di kota Isfahan pada hari Kamis, Araghchi mengatakan bahwa musuh-musuh beralih ke sanksi dan tekanan ekonomi setelah mereka menyadari bahwa rakyat Iran tetap teguh.

Di samping itu, perang ekonomi, menurut Araghchi juga sebagai mekanisme untuk menutup kerugian militer yang dialami musuh usai Perang 12 Hari.

"Menurut saya, begitu musuh-musuh menyadari bahwa rakyat Iran tetap teguh, mereka sekarang menargetkan mata pencaharian rakyat," kata Abbas Araghchi pada 25 Desember 2025, dikutip SenayanPost.com dari IRNA News Agency.

Baca Juga: Menlu Abbas Araghchi Sebut Siap Negosiasi Kesepakatan Nuklir Iran, Sebutkan Dua Syarat Ini

"Mereka ingin memperoleh melalui perang ekonomi dan sanksi apa yang gagal mereka capai melalui perang militer," tambahnya.

Araghchi mengutip hari-hari awal perang Israel-Amerika Serikat (AS) yang tidak beralasan dan ilegal terhadap Republik Islam pada bulan Juni, mencatat bahwa, karena rakyat Iran tetap teguh, pesan-pesan dikirim sejak awal yang mendesak negosiasi untuk mengakhiri perang.

"Pada awal Perang 12 Hari, mereka mengirim pesan yang mengatakan, 'Mari kita bernegosiasi agar kita bisa mengakhiri perang'," kata Araghchi.

Araghchi mengatakan bahwa jalannya agresi menyebabkan perubahan nada oleh Amerika Serikat, termasuk di media sosial.

"Selama Perang 12 Hari, unggahan presiden AS di X (mantan Twitter) bergeser dari menuntut penyerahan tanpa syarat menjadi menyerukan gencatan senjata," katanya.

Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei: Perang 12 Hari Gagalkan Rencana 20 Tahun AS dan Israel

Menteri luar negeri menambahkan bahwa Iran, yang dipandu oleh kepemimpinan negara, memilih jalan perlawanan sepanjang agresi tersebut.

"Dengan kebijaksanaan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, kami memilih perlawanan," kata Araghchi.

"Situasi mencapai titik di mana, pada hari kedua belas, Amerika mengirim pesan yang mengatakan bahwa rezim Zionis akan menghentikan operasi mulai pukul empat pagi, dan meminta agar kami juga berhenti (melakukan pembalasan)," tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini