internasional

Amnesti Internasional: Pasukan Pemerintah Suriah dan Afiliasinya Eksekusi Mati Puluhan Warga Druze di Suwayda

Kamis, 4 September 2025 | 21:08 WIB
Ilustrasi, Amnesti Internasional melaporkan Pemerintah Suriah dan afiliasinya eksekusi mati warga Druze yang ada di Suwayda. (X.com/@suwayda24)

SENAYANPOST - Organisasi hak asasi manusia Amnesti Internasional menyoroti kasus kekerasan yang terjadi di Suwayda, Suriah belum lama ini.

Menurut laporan Amnesti Internasional, pasukan pemerintah Suriah dan afiliasinya melakukan eksekusi mati puluhan warga Druze di Suwayda.

Insiden tersebut terekam pada bulan Juli.

Video dan kesaksian yang dikumpulkan oleh Amnesti Internasional mengungkapkan bahwa setidaknya 46 orang 'dibunuh secara sengaja dan tidak sah' oleh pemerintah dan pasukan afiliasinya dengan seragam militer dan keamanan, beberapa di antaranya mengenakan lencana resmi.

Rekaman yang dikumpulkan antara 15 dan 16 Juli mencakup video terverifikasi yang memperlihatkan pria bersenjata mengeksekusi orang-orang tak bersenjata di rumah-rumah, alun-alun, sekolah, dan rumah sakit.

Baca Juga: Utusan AS Tom Barrack Tegaskan Suriah Tak Akan Tandatangani Perjanjian Abraham, Ini Alasannya

Amnesti mengatakan pria bersenjata di Suwayda mengarahkan slogan-slogan sektarian kepada anggota komunitas Druze dan secara paksa mencukur kumis para pemuka agama, yang memiliki makna spiritual bagi minoritas tersebut.

Sebuah video yang diperoleh Amnesti menunjukkan seorang pria berpakaian sipil duduk di pintu masuk sekolah negeri di Desa Tha’la, di pedesaan Suwayda, sedang diinterogasi oleh setidaknya tiga pria bersenjata berseragam militer.

Dalam video tersebut, pria-pria bersenjata itu bertanya apakah ia "Muslim atau Druze?"

Ketika pria itu akhirnya mengakui bahwa ia seorang Druze, pria-pria bersenjata itu menembaknya hingga tewas.

Amnesti juga mendokumentasikan eksekusi seorang tenaga medis di sebuah rumah sakit di Suwayda oleh pria-pria bersenjata berseragam militer di hadapan pria-pria bersenjata lainnya dan seorang petugas keamanan.

Baca Juga: Menlu Suriah Asaad Al Shaibani Temui Delegasi Israel di Paris, Fokus Bahas Tiga Hal Penting Ini

Tujuh pria—termasuk satu orang yang mengenakan seragam Keamanan Umum—memasuki rumah sakit pada 16 Juli dan mengumpulkan setidaknya 38 orang, sebagian besar mengenakan pakaian medis, sebelum memaksa mereka berlutut dengan tangan terangkat.

Mohammed Rafiq Al Bahsas, seorang tenaga medis, mencoba berunding dengan para pria tersebut sebelum dipukul di kepala dan kemudian ditembak oleh dua pria terpisah setelah memohon agar ia dibebaskan.

Halaman:

Tags

Terkini