"Saya rasa Rusia tidak terlalu tertarik berpatroli untuk mendukung Al Sharaa dan orang-orang seperti dia dalam konflik apa pun melawan Israel. Itu tidak berarti mereka mencintai Israel. Itu tidak berarti mereka musuh Israel. Saya tidak yakin Rusia mau terlibat di dalamnya," ungkapnya.
Ironisnya, Macgregor mengakui bahwa ada peran AS menempatkan Al Sharaa ditampuk kekuasaan hingga akhirnya bisa menguasai Damaskus.
"Tapi ini seperti tamparan di wajah kami karena kami sudah melakukan segala yang kami bisa untuk menempatkan orang ini ke tampuk kekuasaan demi mendukung Mossad dan MI6 di London," bebernya.
Veteran AS itu mengatakan bahwa negaranya tidak bisa berbuat banyak untuk membantu Al Sharaa, begitu juga dengan Rusia.
"Sekarang tiba-tiba, eh, Anda tahu, sekutu terbesar kami, sekutu terhebat kami, tertarik untuk menguasai Suriah sebanyak mungkin melalui Druze dan Kurdi, dan dia meminta bantuan. Ini situasi yang sangat aneh. Saya rasa kami tidak akan berbuat banyak, dan saya rasa Rusia tidak akan campur tangan di sana," pungkasnya.***