Tokoh-tokoh berikut secara luas dipandang sebagai kandidat yang paling mungkin sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Newsweek.
1. Mohsen Qomi: Orang Dalam dan Ideolog
Seorang ulama dengan ikatan kelembagaan yang erat, Qomi, 65 tahun, telah memegang beberapa peran senior dalam infrastruktur ideologis dan keamanan rezim.
Ia dikenal karena kebijaksanaannya dan kedekatannya yang lama dengan lingkaran dalam Khamenei.
Pemilihannya kemungkinan akan memprioritaskan kekakuan doktrinal dan stabilitas rezim, menarik bagi mereka yang lebih menghargai pengaruh yang tenang daripada status publik.
2. Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i: Kandidat Keamanan
Saat ini menjabat sebagai kepala peradilan Iran, Mohseni-Eje'i, 68 tahun, adalah mantan menteri intelijen dan tokoh lama dalam lembaga garis keras Republik Islam.
Ia dikenal karena kesetiaannya yang tak tergoyahkan kepada rezim dan peran utamanya dalam menekan perbedaan pendapat.
Didukung oleh elit keamanan dan sangat dekat dengan Garda Revolusi Iran (IRGC), pengangkatannya akan mewakili kelanjutan lintasan konservatif Iran dan semakin memperkuat militerisasi pemerintahan.
3. Mohsen Araki: Suara Tradisionalis
Seorang tokoh ulama senior yang berpengaruh dalam hierarki teokratis Iran dan mantan penasihat Khamenei dalam urusan agama, Araki, 69 tahun, telah menjadi pendukung utama persatuan Islam dan pelestarian cita-cita revolusioner.
Pencalonannya menekankan legitimasi agama dan ortodoksi teologis.
Jika terpilih, Araki kemungkinan akan memperkuat prinsip-prinsip dasar rezim dan menarik lebih banyak faksi tradisionalis dalam ulama.